mode ac saat ada abu vulkanik - News | Good News From Indonesia 2026

Hujan Abu Vulkanik Turun, Perlukah Mematikan AC? Begini Cara Mengaturnya

Hujan Abu Vulkanik Turun, Perlukah Mematikan AC? Begini Cara Mengaturnya
images info

Hujan Abu Vulkanik Turun, Perlukah Mematikan AC? Begini Cara Mengaturnya │ Wikimedia Commons │ Crisco 1492


Ketika gunung api erupsi dan abu vulkanik mulai turun seperti saat ini, banyak dari kita langsung menutup pintu dan jendela sebagai langkah pertama yang dilakukan untuk menghindari abu vulkanik.

Namun, udara yang ada di dalam rumah lama-lama terasa panas, membuat kita segera menyalakan kipas atau Air Conditioner (AC). Yang menjadi pertanyaan, bolehkah AC dinyalakan ketika abu vulkanik bertebaran di udara?

Penggunaan AC saat hujan abu vulkanik bisa saja, tetapi perlu disesuaikan dengan jenis AC yang digunakan. Lalu bagaimana seharusnya kita menggunakan AC ketika sedang terjadi tebaran abu vulkanik? Simak pembahasan berikut ini! 

Mengapa Abu Vulkanik Perlu Diperhatikan saat Menggunakan AC?

Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Abu vulkanik memiliki material yang terdiri atas partikel batuan, mineral, dan material vulkanik berukuran sangat kecil. Abu vulkanik bersifat keras dan abrasif, sehingga karakteristiknya berbeda dari debu rumah biasa.

Pada sistem AC atau Heating, Ventilation and Air-Conditioning (HVAC) yang mengambil udara dari luar, abu dapat ikut masuk melalui air intake. Partikel kemudian dapat menumpuk pada filter atau komponen lainnya. 

Paparan abu vulkanik dapat membuat filter tersumbat dan mengurangi aliran udara. Abu juga dapat menumpuk pada bagian kondensor yang dapat mengganggu cara kerja AC dan meningkatkan risiko panas berlebih.

Dampaknya dari sisi kualitas udara dalam ruangan, abu yang masuk ke rumah dapat meningkatkan paparan kita terhadap partikel abu vulkanik. Menghirup abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, termasuk menyebabkan iritasi pada mata dan saluran pernapasan. Karena itu, ketika terjadi hujan abu, disarankan masyarakat menutup pintu dan jendela serta mematikan AC dan kipas untuk membantu mencegah abu masuk ke dalam rumah.

baca juga

Sementara dari sisi perangkat AC, paparan abu dalam jumlah besar dapat membuat filter lebih cepat tersumbat dan menghambat aliran udara. Jika abu terus menumpuk pada bagian sistem yang berada di luar ruangan, kinerja pendinginan juga dapat terganggu. 

Namun, kerentanan pada AC ini dapat berbeda tergantung pada desain AC hingga jumlah paparan abunya. 

Mode AC yang Sebaiknya Dipilih saat Udara di Luar Dipenuhi Abu

Saat udara di luar dipenuhi abu vulkanik, hal yang perlu diperhatikan adalah menggunakan AC dengan mode recirculation, yang mana akan membuat AC menggunakan kembali udara yang sudah ada di dalam ruangan. Dengan begitu, udara dari luar yang membawa abu vulkanik dapat lebih dibatasi.

Sebagai catatan, tidak semua AC rumah memiliki mode recirculation. Pada banyak AC split, udara memang sudah di-setting untuk disirkulasikan dari dalam ruangan sehingga tidak ada pengaturan khusus untuk memilih udara luar atau udara dalam. 

Bolehkah Menyalakan AC saat Terjadi Hujan Abu Vulkanik?

Jika AC yang Kawan GNFI punya, memiliki sistem yang memungkinkan udara luar masuk langsung, sebaiknya AC dimatikan ketika hujan abu sedang berlangsung. Sementara itu, jika AC yang Kawan gunakan bersistem yang hanya melakukan resirkulasi udara dalam ruangan, ini bisa saja dinyalakan, karena masuknya abu dari luar dapat lebih terbatas karena adanya filter. Namun, dengan catatan filter tetap perlu diperiksa agar tidak dipenuhi abu.

Jadi, tidak semua AC memiliki risiko yang sama. Sebelum menyalakannya kembali, jangan lupa untuk memeriksa kondisi filter dan bagian luar AC, terutama jika area sekitar rumah terkena abu cukup banyak. Jika abu masih turun dengan intensitas tinggi, lebih baik menunggu sampai kondisi membaik baru nyalakan AC kembali.

baca juga

Setelah Hujan Abu, Jangan Langsung Abaikan Filter AC

Jika hujan abu sudah reda jangan lupa untuk memeriksa filter AC yang terkena abu, terutama jika abu turun cukup tebal. Abu vulkanik memiliki sifat abrasif dan dapat menumpuk pada filter maupun bagian lain dari sistem pendingin.

Pada AC rumah, filter dapat dibersihkan atau diganti sesuai petunjuk dari produsen. Jika abu dirasa sudah masuk ke bagian dalam AC dalam jumlah banyak, sebaiknya minta bantuan teknisi untuk memeriksanya. 

Sementara itu, pada AC mobil, periksa kondisi filter kabin setelah kendaraan terpapar abu cukup berat. Jika filter sudah kotor atau rusak, sebaiknya ganti sesuai petunjuk yang ada. Selain filter, komponen lainnya juga harus diperiksa agar AC dapat berfungsi dengan baik. 

Tips Atur Sirkulasi AC agar Abu Vulkanik Tak Masuk Kabin Mobil

Jika mobil tetap harus digunakan ketika udara di luar dipenuhi abu vulkanik, pengemudi dapat menggunakan mode recirculation pada AC. Mode ini membuat AC menggunakan kembali udara yang sudah berada di dalam kabin sehingga udara dari luar yang membawa abu dapat lebih dibatasi. Namun, filter etap perlu diperhatikan, pastikan filter dalam kondisi baik.

Pengemudi juga sebaiknya tidak hanya fokus pada pengaturan AC. Jika sudah terdapat imbauan untuk tidak bepergian, atau kondisi erupsi membuat perjalanan tidak aman, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk berkendara.

AC Bukan Satu-satunya Hal yang Perlu Diperhatikan saat Erupsi

Mengatur AC memang dapat membantu mengurangi masuknya abu ke dalam ruangan atau kabin, tetapi bukan berarti cukup untuk melindungi diri dari dampak erupsi.

Hal yang paling penting adalah mengikuti informasi dan arahan dari pemerintah dan pihak berwenang setempat. Jika ada perintah untuk evakuasi, segera ikuti perintah tersebut. Perlindungan diri juga tetap diperlukan, seperti menggunakan masker dan perlengkapan lain sesuai anjuran otoritas kesehatan. Jika harus berkendara, perhatikan pula jarak pandang dan kondisi jalan. Bila situasi tidak aman, sebaiknya tunda perjalanan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.