Senipertanian.com - Teknologi fermentasi presisi mulai dikembangkan untuk menghasilkan pangan fungsional dan bahan pangan bernilai tambah. Teknologi ini memungkinkan mikroorganisme diarahkan untuk memproduksi senyawa tertentu secara lebih terkontrol.
Ketua Laboratorium Rekayasa Bioproses Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) Made Tri Ari Penia Kresnowati mengatakan kebutuhan terhadap teknologi pangan yang lebih efisien semakin penting di tengah pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan protein.
“Peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan protein, di tengah keterbatasan sumber daya alam, krisis air bersih, degradasi tanah, emisi gas rumah kaca, perubahan iklim, serta resistensi antimikroba, mendorong pengembangan teknologi pangan yang lebih berkelanjutan,” kata Penia, dikutip dari laman BRIN.
Fermentasi sendiri bukan teknologi baru dalam industri pangan. Proses ini telah lama digunakan untuk mengawetkan makanan sekaligus meningkatkan aroma, rasa, tekstur, dan ketercernaan.
Baca Selengkapnya

