BERITA – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pangkalpinang terus memperkuat program pembinaan kemandirian melalui pengembangan komoditas pertanian baru, yaitu mentimun giok atau Jade Girl. Budidaya ini terintegrasi dalam kawasan Agroedupark sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus melatih keterampilan warga binaan.
Tanaman tersebut dikembangkan di lahan kegiatan kerja seluas sekitar 25 meter persegi, yang dikelola langsung oleh warga binaan di bawah bimbingan petugas. Hingga saat ini, tanaman yang telah memasuki usia 25 hari terlihat tumbuh subur dan diproyeksikan siap dipanen pada usia 35 hingga 40 hari setelah tanam. Hasil panen nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan di lingkungan Lapas Pangkalpinang.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan salah satu inovasi pembinaan yang memberikan manfaat ganda: melatih keterampilan sekaligus mendukung ketersediaan pangan.
“Budidaya mentimun giok membuktikan bahwa lahan yang terbatas tetap dapat dimanfaatkan secara produktif. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya menguasai teknik bertani, tetapi juga turut berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan lapas,” ujar Sugeng pada Selasa (14/7).
Keberhasilan pertumbuhan tanaman ini didukung oleh penggunaan pupuk kompos berbahan dasar abu terbang (Fly Ash) yang diolah sendiri di Lapas Pangkalpinang.
Baca Selengkapnya

