PT KAI mencatat pertumbuhan positif dengan total 694.123 wisatawan mancanegara yang menggunakan layanan kereta api jarak jauh selama tahun 2025. Capaian ini meningkat 3,7% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 669.226 orang. Tren kenaikan ini membuktikan bahwa kereta api menjadi pilihan utama turis internasional karena efisiensi dan konektivitasnya menuju berbagai daerah.
Yogyakarta menjadi stasiun dengan jumlah keberangkatan wisman tertinggi yakni mencapai 126.768 orang diikuti oleh Gambir dan Bandung. Mobilitas turis asing ini memuncak pada bulan Juli dan Agustus yang merupakan musim liburan global. Penggunaan moda transportasi massal ini juga dinilai mendukung pariwisata rendah karbon karena emisi yang dihasilkan jauh lebih kecil dibanding kendaraan pribadi.
"Setiap wisatawan mancanegara yang menggunakan kereta api tidak hanya melakukan perjalanan tetapi juga membawa potensi devisa melalui belanja wisata dan produk lokal," jelas Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Peningkatan jumlah penumpang ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi sektor perhotelan, kuliner, dan UMKM di sekitar stasiun. KAI berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan dan integrasi antarmoda guna memperkuat daya saing pariwisata nasional. Melalui konektivitas rel devisa pariwisata dapat mengalir lebih merata hingga ke daerah tujuan wisata di pelosok.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


