Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa estimasi kebutuhan dana untuk pemulihan pascabencana nasional mencapai angka Rp60 triliun. Anggaran ini nantinya akan masuk ke dalam perencanaan APBN 2026 sehingga proses rekonstruksi infrastruktur dan pemulihan ekonomi warga bisa berjalan lebih sistematis dan menyeluruh tanpa hanya bergantung pada dana darurat BNPB.
Cakupan anggaran ini menyentuh berbagai sektor yang berhubungan langsung dengan hajat hidup orang banyak. Mulai dari perbaikan jalan dan jembatan yang terputus, pembangunan kembali fasilitas sekolah yang hanyut, hingga pemulihan layanan rumah sakit di wilayah terdampak.
“Di luar BNPB, bagian dari Rp60 triliun itu kan perkiraan angka kalau kita mau memulihkan seluruh wilayah yang terdampak. Ada perbaikan jalan, jembatan putus, fasilitas sekolah yang hanyut, rumah sakit, dan seterusnya,” ujar Prasetyo Hadi.
Sektor pertanian juga mendapatkan perhatian khusus karena bencana telah mengakibatkan sekitar 64.000 hektare sawah produktif mengalami gagal panen atau tertimbun lumpur. Selain itu, ada pula skema keringanan cicilan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke dalam komponen anggaran pemulihan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


