Perum Bulog mengonfirmasi bahwa stok beras yang dikuasai saat ini mencapai angka 3,24 juta ton. Jumlah tersebut adalah carry over atau sisa pasokan dari tahun 2025 yang terjaga dengan baik, sehingga kita memulai tahun 2026 dengan fondasi ketahanan pangan yang cukup kokoh.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa tren positif ini sebenarnya sudah terlihat sejak pertengahan tahun lalu saat cadangan sempat menyentuh angka 4,2 juta ton. Dengan modal stok awal yang melimpah, Bulog kini merasa lebih siap menghadapi tantangan baru dari pemerintah.
Berikut adalah beberapa langkah besar yang disiapkan Bulog di 2026:
- Peningkatan Serapan: Pemerintah menaikkan target serapan beras dari petani lokal menjadi 4 juta ton dan jagung menjadi 1 juta ton.
- Infrastruktur Pascapanen: Bulog berencana membangun 100 unit infrastruktur pengelolaan pangan untuk memperkuat mata rantai dari hulu ke hilir.
- Nilai Tambah: Fokus utama Bulog bukan hanya sekadar menyerap hasil panen, melainkan menjaga mutu beras agar tetap prima dan memiliki nilai jual yang lebih baik bagi petani.
Peningkatan target cadangan ini juga berkaitan erat dengan agenda besar pemerintah, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan cadangan beras yang dinaikkan menjadi 4 juta ton dan jagung menjadi 1 juta ton, pemerintah ingin memastikan tidak ada kendala pasokan untuk program-program prioritas nasional tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


