Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mendukung percepatan ratifikasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau IEU-CEPA guna memperkuat sektor investasi bilateral.
Kesepakatan ini diproyeksikan mampu menghapus komponen biaya bea cukai hingga mencapai angka 90 persen sehingga dapat mempermudah penetrasi pasar bagi pelaku usaha di kedua negara.
"Kami harap perjanjian IEU CEPA setelah sekian lama, akhirnya ditandatangani. Dengan begitu sampai 90 persen dari bea cukai ditiadakan," ujar Presiden Steinmeier saat memberikan keterangan pers bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka.
Kerja sama perdagangan ini membuka peluang bagi jajaran perusahaan berskala kecil dan menengah asal Jerman untuk menyuntikkan modal baru pada sektor inovasi serta pengembangan teknologi domestik. Indonesia berkomitmen memperluas kemitraan strategis tersebut guna memberikan keuntungan riil bagi ekosistem bisnis nasional.
Hubungan bilateral ini diperkuat melalui implementasi program Competitiveness Industrial Modernization and Trade Acceleration Program atau CITA yang dirancang untuk mendongkrak daya saing komoditas industri.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


