Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat IHSG berhasil memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah sebanyak 24 kali. Pada penutupan perdagangan 31 Desember 2025, IHSG tetap berdiri kokoh di level 8.646,94.
Peran aktif investor ritel domestik meningkat sangat tajam sehingga porsi transaksi mereka kini menyentuh angka 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berada di level 38 persen. Likuiditas pasar pun ikut meledak dengan rata-rata transaksi harian pada bulan Desember mencapai Rp27,19 triliun yang juga merupakan angka tertinggi sepanjang masa.
Optimisme pasar semakin terlihat menjelang tutup tahun ketika investor asing mulai kembali masuk ke pasar saham Indonesia. Pada bulan Desember, tercatat aksi beli bersih (net buy) oleh asing senilai Rp12,24 triliun secara bulanan.
Tidak hanya di pasar saham, tren penguatan juga terjadi pada pasar obligasi negara. Penurunan imbal hasil (yield) SBN sebesar 80,91 bps secara tahunan menjadi sinyal positif bagi pemerintah karena dapat menerbitkan surat utang dengan biaya bunga yang jauh lebih murah. Kondisi ini didukung oleh bertambahnya jumlah investor pasar modal secara keseluruhan yang kini mencapai 20,36 juta orang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


