filosofi klepon - News | Good News From Indonesia 2026

Mengulik Filosofi Klepon, Jajanan Tradisional yang Sarat Makna

Mengulik Filosofi Klepon, Jajanan Tradisional yang Sarat Makna
images info

Mengulik Filosofi Klepon, Jajanan Tradisional yang Sarat Makna | Wikimedia Commons @Robijuniarta


Membahas filosofi klepon membawa kita pada jejak sejarah panganan manis ini yang menurut laman Pemerintahan Dermo mulai diperkenalkan oleh imigran Indonesia pada tahun 1950-an. Sebelum keberadaannya mudah ditemui seperti sekarang, jajanan tradisional yang tidak sekadar memanjakan lidah ini mulanya dikenal di restoran Tionghoa-Belanda.

Kawan GNFI tentu tidak asing dengan ciri khas klepon yang berbentuk bulat dengan tekstur kenyal. Sajian yang umum ditemukan dengan warna hijau ini memiliki isian gula merah cair dan balutan kelapa parut.

Bahan utamanya sangat sederhana, yakni tepung beras ketan, namun mampu menghasilkan identitas rasa yang sangat khas sebagai kuliner Nusantara. Menurut Achroni (2017), kesederhanaan bahan dan cara pembuatannyamembawa pesan bahwa hidup yang sederhana akan menuntun manusia menuju kebaikan dan kedamaian.

Pemerintahan Dermo juga menjelaskan bahwa nama "klepon" sendiri dapat diartikan sebagai "anak kempes" yang merujuk pada wujud membulatnya dan isian gula merah yang lumer saat digigit.

Bentuknya yang bulat dengan isian gula merah juga melambangkan sebuah kesulitan yang pada akhirnya berujung manis. Konsep ini sejalan dengan ungkapan Jawa "kanti lelaku pesti ono" yang mengajarkan bahwa jika seseorang mau bersabar dan prihatin dalam menghadapi kesulitan, pasti akan selalu ada jalan keluar yang manis.

Di samping itu, warna hijau yang mendominasi jajanan ini tidak hanya sekadar pewarna agar terlihat menarik. Warna hijau tersebut melambangkan kehidupan. Hal ini memberi pesan mendalam agar manusia selalu menjaga hatinya tetap hidup dan senantiasa tergerak untuk melakukan berbagai kebaikan di dunia (Achroni, 2017).

Meski kerap kali didominasi oleh warna hijau, sajian klepon mulai berkembang seiring berjalannya waktu. Kawan dapat menemukan jenis klepon warna-warni yang juga disebut klepon pelangi di penjual jajanan lokal!

Kuliner Klepon dan Makna Filosofis di Balik Rasanya yang Manis dan Bentuknya yang Sederhana | Wikimedia Commons @Adhan Cell
info gambar

Kuliner Klepon dan Makna Filosofis di Balik Rasanya yang Manis dan Bentuknya yang Sederhana | Wikimedia Commons @Adhan Cell


Rasa manis yang berasal dari isian gula merah pun mengandung nilai filosofis tersendiri, yakni tentang pentingnya memiliki kebaikan hati. Sensasi gula merah yang meledak saat digigit menjadi pengingat bahwa meski kadang kebaikan yang kita lakukan tidak nampak, tapi kebaikan itu juga masih bisa dirasakan orang lain.

Kebaikan yang tulus dilakukan bahkan meski tidak terlihat di mata orang lain pun bisa memantik rasa cinta dari sesama manusia dan Tuhan.

Tidak berhenti di situ, buku Belajar dari Makanan Tradisional Jawa juga menjelaskan bahwa balutan kelapa parut melengkapi sajian ini merepresentasikan perjalanan kehidupan manusia.

Kelapa parut melambangkan bahwa manusia harus senantiasa berhati-hati dalam bertindak dan tidak pernah berhenti berusaha memperbaiki diri. Daging kelapa yang tersembunyi di balik lapisan kulit lain juga memberi makna bahwa manusia hakikatnya perlu melalui beberapa tahapan hidup untuk mencapai kebahagiaan/impian yang diidamkan.

Selain mewariskan makna dari segi bahan dan bentuk, cara menyantapnya pun memberikan pelajaran tata krama. Sastra Jawa UGM berbagi melalui media sosial resminya bahwa menikmati sajian ini menuntut Kawan GNFI untuk mengunyah dengan mulut tertutup agar isiannya tidak tumpah dan berceceran di sekitar mulut, sekaligus mengajarkan kesopanan agar tidak menimbulkan suara mengecap saat makan.

Dari sini tampak bagaimana kuliner lokal yang sederhana terbukti bisa menjadi media yang sangat efektif untuk menyampaikan ajaran moral dan adab dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bagi Kawan GNFI yang ingin menyelami lebih banyak cerita menarik dan nilai luhur di balik kekayaan tradisi Nusantara, temukan ulasan inspiratif lainnya di laman Good News From Indonesia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.