Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melaporkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan total realisasi investasi mencapai Rp82,6 triliun.
Angka ini mencakup sekitar 98 persen dari target yang telah ditetapkan pemerintah. Keberhasilan ini juga dibarengi dengan penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 88.541 orang.
Secara kumulatif hingga akhir 2025, total investasi yang masuk ke seluruh KEK di Indonesia telah menyentuh angka Rp336 triliun dengan total serapan tenaga kerja mencapai 249 ribu orang.
Data dari Prospera dan LPEM Universitas Indonesia menunjukkan efektivitas kebijakan ini, di mana wilayah yang memiliki status KEK mampu menarik investasi hingga 77 persen lebih tinggi dan menyerap tenaga kerja 52 persen lebih besar dibandingkan wilayah non-KEK.
Salah satu capaian terlihat di KEK Kendal, yang hingga 2025 mencatat akumulasi investasi sebesar Rp187,05 triliun. Kehadiran kawasan ini berdampak langsung pada kesejahteraan daerah, terbukti dengan lonjakan laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kendal yang meningkat signifikan hingga 8,84 persen.
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, optimis bahwa KEK akan terus berkembang sebagai instrumen vital untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


