Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan bahwa total investasi yang masuk ke sektor ini mencapai US$31,7 miliar atau sekitar Rp532,54 triliun. Angka ini didominasi oleh investasi di sektor minyak dan gas bumi yang menyentuh US$18 miliar, disusul oleh sektor mineral dan batu bara, kelistrikan, serta energi baru terbarukan.
Sektor minerba menjadi yang tertinggi dengan capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp138,37 triliun sehingga berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam APBN 2025.
Di sisi lain, penurunan investasi pada sektor kelistrikan menjadi catatan penting. Bahlil berencana segera melakukan koordinasi ketat dengan PT PLN (Persero) untuk memacu pembangunan pembangkit-pembangkit baru yang telah disetujui dalam rencana usaha penyediaan tenaga listrik.
Sementara itu, sektor migas menghadapi tantangan tersendiri pada sisi penerimaan negara. Meski volume produksi atau lifting minyak tetap diupayakan sesuai target, rendahnya harga minyak mentah dunia dibandingkan asumsi makro APBN membuat setoran PNBP migas hanya mencapai sekitar 83 persen dari target. Harga pasar yang hanya berada di kisaran US$68 per barel jauh di bawah asumsi pemerintah yang dipatok pada angka US$82 per barel.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


