Dua inisiatif digital milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terpilih sebagai Champion Project dalam ajang penghargaan dunia World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026.
Penghargaan yang diselenggarakan oleh badan telekomunikasi PBB atau International Telecommunication Union (ITU) ini menjadi bentuk pengakuan internasional terhadap inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dua inovasi yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah Rumah Pendidikan dan kompetisi Anugerah Bug Bounty.
Rumah Pendidikan merupakan sebuah superaplikasi nasional yang menyatukan berbagai layanan ke dalam satu ekosistem digital terpadu, sedangkan Anugerah Bug Bounty merupakan program keamanan siber yang mengajak masyarakat melaporkan celah kerentanan sistem.
"Pengakuan ini membuktikan transformasi digital pendidikan Indonesia memastikan setiap murid, di mana pun mereka berada, mendapatkan pendidikan berkualitas," ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, di Jakarta.
Kedua program ini dijalankan sebagai bagian dari gerakan Digitalisasi Pembelajaran untuk mengatasi tantangan penurunan capaian literasi dan kehilangan masa belajar (learning loss) akibat pandemi.
Kebijakan ini juga diperkuat oleh Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang berfokus pada pembenahan satuan pendidikan, pendirian sekolah unggul, serta penerapan teknologi secara menyeluruh di ruang kelas.
Sistem seleksi kompetisi global ini berlangsung ketat dengan menjaring 1.596 proyek dari berbagai penjuru dunia hingga menyisakan 360 nominasi terbaik untuk 18 kategori berbeda. Seluruh pemenang berhasil menyisihkan kontestan lain setelah melewati fase pemungutan suara daring secara internasional yang mengumpulkan total 2,2 juta suara.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


