Konektivitas kebudayaan antara Indonesia dan Amerika Serikat terus menunjukkan perkembangan positif melalui pelaksanaan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Pada penutupan Semester Musim Semi 2026, agenda pengajaran ini sukses menjaring partisipasi dari 439 pembelajar dewasa serta 178 peserta kelompok anak dan remaja di AS.
Program yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar RI di Washington D.C. bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini dilaksanakan secara daring untuk menjangkau berbagai wilayah.
Para peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari peneliti, pengajar bahasa asing, hingga mahasiswa lintas disiplin di Universitas Yale, ikut unjuk kemampuan lewat pembacaan puisi Sapardi Djoko Damono hingga pertunjukan pantun.
“Kemampuan berbahasa Indonesia yang ditunjukkan para peserta merupakan bagian dari upaya diplomasi lunak Indonesia untuk semakin memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional, khususnya di Amerika Serikat,” ujar Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo.
Posisi bahasa nasional ini dinilai terus menguat di panggung global semenjak ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi dalam sidang forum UNESCO pada tahun 2023.
Guna memperluas dampak pemanfaatannya, pemerintah juga aktif mendorong penggunaan bahasa nasional dalam pidato-pidato resmi kenegaraan di tingkat internasional sebagai bagian dari target pencapaian bahasa internasional pada tahun 2045.
Sistem pengajaran jarak jauh yang interaktif terbukti efektif mempermudah masyarakat luar negeri dalam mengenali karakteristik sosial dan budaya Indonesia secara autentik.
Menyusul keberhasilan kelas musim semi ini, pihak KBRI Washington dijadwalkan segera membuka pendaftaran untuk Program BIPA Musim Gugur 2026 yang akan memulai masa pembelajaran pada September mendatang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


