Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pendaftar program Magang Nasional Angkatan II Tahap Pertama menembus angka 300 ribu orang. Ratusan ribu lulusan perguruan tinggi tersebut memperebutkan alokasi kuota sebanyak 50 ribu posisi.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengimbau para pelamar yang tidak lolos seleksi tahap pertama untuk kembali mencoba pada gelombang berikutnya. Pemerintah membagi total kapasitas program tahun ini sebanyak 150 ribu peserta ke dalam tiga tahap secara berkala.
Para pendaftar disarankan mempertimbangkan peta persaingan pada tiap perusahaan sebelum menentukan lokasi pemagamaan. Pemilihan unit kerja di wilayah asal dapat memperbesar peluang kelulusan dibanding berfokus pada area pusat.
Proses seleksi administrasi peserta berlangsung hingga 5 Agustus sebelum pembacaan keputusan pleno pada hari berikutnya. Pengumuman hasil kelulusan dijadwalkan secara resmi pada 7 Agustus dan kegiatan pemagangan dimulai pada 10 Agustus.
Setiap peserta memperoleh jaminan perlindungan sosial mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja serta Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah juga memberikan alokasi uang saku bulanan yang disesuaikan dengan ketentuan upah minimum daerah.
Kemnaker menegaskan bahwa batas kapasitas peserta tetap dipertahankan pada angka 150 ribu orang tanpa ada penambahan kuota. Para pencari kerja juga didorong memanfaatkan saluran informasi pekerjaan lain melalui portal digital resmi pemerintah.
"Bagi mereka yang belum mendapatkan kesempatan magang di batch 1, kita dorong mereka untuk ikut di batch 2 dan batch 3," kata Yassierli.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


