Hingga Sabtu (3/1/2026) pukul 08.00 WIB, KAI telah menjual sebanyak 4.068.603 tiket untuk keberangkatan periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Realisasi ini mencatatkan kenaikan sebesar 9,06% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa tingkat okupansi bahkan melampaui 100% dari kapasitas harian yang tersedia. Fenomena ini dimungkinkan karena pola perjalanan pelanggan yang dinamis, di mana terdapat pergantian penumpang di stasiun-stasiun antara, serta karakteristik layanan kereta api lokal.
Berikut rincian distribusi tiket yang terjual:
Kereta Api Jarak Jauh: Terjual 3.317.786 tiket atau mencapai 120,2% dari total kapasitas tempat duduk.
Kereta Api Lokal: Terjual 750.817 tiket atau setara 100,8% dari total kapasitas.
Keberhasilan melampaui target ini tidak lepas dari strategi stimulus berupa diskon tarif sebesar 30% yang disiapkan untuk 1,5 juta tempat duduk. Program ini terbukti efektif menarik minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi kereta api dalam melakukan perjalanan wisata maupun silaturahmi keluarga.
Berdasarkan data harian, puncak pergerakan masyarakat terjadi pada 28 Desember 2025 dengan total 269.719 pelanggan dalam satu hari. Stasiun Pasar Senen tetap menjadi titik keberangkatan dan tujuan paling favorit di Indonesia, disusul oleh Yogyakarta dan Gambir.
Data 10 stasiun keberangkatan favorit menunjukkan konsentrasi massa terbesar berada di Pulau Jawa, dengan rincian sebagai berikut:
- Pasarsenen: 269.802 pelanggan
- Yogyakarta: 236.517 pelanggan
- Gambir: 218.482 pelanggan
- Surabaya Pasar Turi: 122.079 pelanggan
- Semarang Tawang: 121.875 pelanggan
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


