Badan Riset dan Inovasi Nasional mengembangkan kajian lanskap linguistik sebagai rujukan ilmiah kebahasaan serta kebudayaan nasional. Penelitian interdisipliner ini menghubungkan disiplin ilmu bahasa, sastra, arkeologi, hingga teknologi digital.
Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN Herry Yogaswara menyampaikan bahwa temuan data lapangan menjadi modal penting penyusunan referensi ilmiah. BRIN mengoptimalkan integrasi riset untuk menghasilkan konsep dan metode kebahasaan yang komprehensif.
Peneliti Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN Suyadi menilai ruang wilayah dibentuk oleh narasi bahasa dan memori kolektif masyarakat. Pendekatan lanskap kebahasaan menyediakan basis data empiris bagi pelestarian kearifan lokal serta penyusunan kebijakan.
Eksplorasi kajian meluas pada pemanfaatan bahasa ruang publik untuk mendukung sektor pariwisata warisan sejarah. Peneliti akademisi juga mengenalkan pendekatan lanskap bunyi guna memperkaya pemaknaan identitas budaya melalui ekspresi musikal.
BRIN memperkuat kolaborasi bersama jaringan perguruan tinggi untuk memperluas skema pendanaan serta publikasi ilmiah. Hal ini diharapkan mampu menghasilkan luaran pengetahuan yang berdampak bagi perlindungan budaya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


