Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang, dan relawan kesehatan mulai melengkapi kembali peralatan layanan medis agar rumah sakit dapat segera difungsikan.
Untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan selama masa tanggap darurat, Kementerian Kesehatan menurunkan ratusan relawan dari berbagai latar belakang profesi.
Di Aceh Tamiang, relawan tersebut terdiri dari 125 dokter spesialis, 220 dokter umum dan dokter gigi, 67 apoteker, 312 bidan dan perawat, 117 tenaga medis lainnya, serta 123 tenaga nonmedis.
“Tak hanya bertugas di RSUD Muda Sedia, para relawan ini juga disebar ke fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan hingga desa,” jelas rilis BNPB.
Mereka memberikan layanan mulai dari pemeriksaan kesehatan umum hingga penanganan kasus gawat darurat, menjangkau masyarakat yang masih terdampak langsung oleh bencana.
Seiring waktu, kualitas dan cakupan layanan terus membaik, sejalan dengan perbaikan sarana dan prasarana yang dilakukan secara bertahap oleh berbagai lintas sektor.
Pemulihan RSUD Muda Sedia bukan sekadar membangun kembali gedung dan fasilitas, melainkan menghidupkan kembali harapan warga Aceh Tamiang untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
“Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya hilang, kerja bersama dan kepedulian lintas sektor menjadi bukti bahwa pelayanan kemanusiaan selalu menemukan jalannya. Meski masih membutuhkan waktu namun terus bergerak maju.”
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


