Badan Riset dan Inovasi Nasional menjalin kerja sama riset bersama Yayasan Monash University Indonesia untuk mengkaji penerapan teknologi digital dalam pengelolaan sampah kota. Kolaborasi interdisiplin ini bertujuan menghasilkan data ilmiah guna mendukung kebijakan kota cerdas yang berkelanjutan.
Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN Nugroho Adi Sasongko menyampaikan bahwa efisiensi pengelolaan sampah memerlukan integrasi data lingkungan. Proyek riset ini mengaplikasikan metode Life Cycle Assessment serta pemetaan basis data Life Cycle Inventory.
Tim peneliti mengevaluasi sistem pengelolaan sampah di empat kota cerdas menggunakan teknologi pencitraan udara berbasis pesawat tanpa awak. Data pemantauan lapangan digunakan untuk mengukur tingkat dampak lingkungan pada setiap tahapan pengelolaan sampah.
Inisiatif riset ini mendapatkan pendanaan dari Kementerian Luar Negeri Denmark melalui Danida Fellowship Centre. Pelaksanaan program melibatkan konsorsium peneliti internasional yang dipimpin oleh University of Copenhagen.
BRIN bersama Monash University Indonesia menyusun rekomendasi kebijakan serta publikasi ilmiah bersama untuk diserahkan kepada pemerintah daerah. Kerjasama ini juga mencakup agenda pelatihan kapasitas metodologi pengolahan data bagi para peneliti.
Pengembangan basis data persampahan terpadu diharapkan dapat membantu pemerintah daerah merancang program pembangunan rendah karbon. Hasil analisis riset ditargetkan menjadi acuan bagi sektor industri dan pengelola kawasan dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular.
"Melalui kolaborasi ini, BRIN berperan menghasilkan bukti ilmiah yang dapat menjadi dasar dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan," kata Nugroho Adi Sasongko.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


