Pemerintah terus memaksimalkan pemulihan layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang, hingga Kamis (8/1). Banjir besar yang melanda wilayah ini pada akhir November 2025 sempat melumpuhkan hampir seluruh aktivitas rumah sakit, membuat layanan kesehatan tak mampu berjalan sebagaimana mestinya.
Genangan air setinggi hingga tiga meter, ditambah lumpur dengan ketebalan lebih dari 30 sentimeter, merendam seluruh bangunan rumah sakit. Fasilitas medis, sarana penunjang, hingga prasarana vital mengalami kerusakan berat.
Menghadapi kondisi tersebut, berbagai unsur bergerak bersama. Personel TNI, Polri, relawan, dan masyarakat bahu-membahu membersihkan puing serta lumpur yang menutupi area rumah sakit.
“Bahkan, peralatan penting seperti mobil ambulans tak lagi dapat digunakan untuk melayani masyarakat setelah banjir surut,” tulis rilis BNPB.
Perlahan namun pasti, RSUD Muda Sedia mulai bangkit. Sejak 9 Desember 2025, layanan kesehatan kepada masyarakat kembali dibuka meski masih dalam kondisi terbatas.
Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk sementara juga difungsikan untuk rawat inap untuk pasien dengan kondisi medis ringan. Sejumlah ruang rawat inap lainnya dipakai untuk memberikan layanan kesehatan dengan tingkatan keluhan medis pasien yang membutuhkan penanganan khusus.
“Di samping itu, satu ruangan khusus telah difungsikan untuk penanganan bedah minor dan persalinan.”
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


