Pemerintah tengah menyiapkan skema beras satu harga eceran tertinggi (HET) yang dijadwalkan berlaku pada 2026. Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan agar harga beras di seluruh wilayah Indonesia seragam, serupa dengan model harga satu harga pada BBM. Untuk mewujudkannya, pemerintah akan menanggung biaya transportasi ke daerah-daerah di luar Pulau Jawa sehingga disparitas harga dapat dihapuskan.
Kelancaran program ini bertumpu pada penguatan peran Perum Bulog melalui peningkatan margin keuntungan. Berdasarkan kesepakatan, margin fee Bulog akan naik menjadi 7% dari yang sebelumnya hanya Rp50 per kilogram. Kenaikan margin ini dinilai krusial untuk menjamin kualitas layanan dan operasional distribusi beras ke wilayah pelosok agar harga tetap stabil dan seragam.
“Sehingga perlu ada transportasi yang ditanggung oleh pemerintah, satu harga. Ini kita akan usahakan di tahun 2026 ini beras satu harga di mana pun berada,” kata Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Selain penyesuaian margin, pemerintah mempercepat pembangunan 100 gudang baru Bulog guna meningkatkan kapasitas penyerapan gabah dari petani. Langkah ini terintegrasi dengan rencana percepatan panen raya tahun ini untuk memastikan stok nasional mencukupi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


