Inovasi teknologi pangan dari lingkungan perguruan tinggi kembali memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Akademisi lokal berhasil membudidayakan benih jagung dengan kualitas gizi yang unggul.
Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia Prof Edy berhasil melahirkan dua varietas unggul nasional jagung pulut berprotein tinggi.
Pengembangan benih ini melewati proses penelitian ilmiah yang cermat serta bertahap. Riset yang berjalan selama 6 tahun menghasilkan varietas Putra Baru 1 dengan kadar protein 11.52 persen dan Putra Baru 2 sebesar 11.64 persen.
Uji coba lapangan mencatatkan angka produktivitas panen yang terbilang cukup tinggi. Potensi hasil panen varietas Putra Baru 1 mencapai 8.88 ton per hektare sedangkan Putra Baru 2 mencatatkan angka 8.54 ton per hektare.
Otoritas terkait memberikan pengakuan resmi atas pencapaian riset universitas ini. Kementerian Pertanian melepas kedua hasil riset pendanaan Kemdiktisaintek tersebut sebagai varietas unggul nasional pada 2024.
Karakteristik fisik dari jagung ini menawarkan alternatif bahan makanan baku yang menarik. Kandungan amilopektin yang tinggi menghasilkan tekstur pulen sehingga jagung pulut siap menjadi komoditas alternatif pengganti beras.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


