Rumah produksi Visinema Studios menyiapkan pengembangan lini produksi animasi secara berkelanjutan hingga tahun 2030. Perencanaan jangka panjang ini mencakup penggarapan sekuel film animasi Jumbo serta pemanfaatan kekayaan intelektual lokal berdaya saing internasional.
Pendiri Visinema Angga Dwimas Sasongko memaparkan target perilisan lima karya film pada 2027 serta penggarapan animasi aksi komedi bertema pahlawan super pada 2028. Perusahaan membatasi porsi investasi asing pada tiap proyek guna mengoptimalkan peran mitra strategis dalam pengembangan ekosistem perfilman nasional.
Penggarapan sekuel Jumbo dilakukan menyusul capaian karya pendahulunya yang masuk dalam jajaran film animasi Indonesia paling populer. Sutradara Ryan Adriandhy telah menyiapkan konsep cerita baru yang dirancang kembali dari tahap awal pengembangan skenario.
Dunia serta karakter dalam cerita Jumbo disiapkan sebagai aset kekayaan intelektual yang dapat dieksplorasi ke dalam beragam format media. Selain bentuk film layar lebar, potensi alih wahana mencakup pembuatan serial tayangan hingga pertunjukan seni panggung.
"Bagi Visinema, kolaborasi internasional bukan hanya tentang mengamankan lebih banyak pendanaan, tetapi tentang berkembang bersama," kata Sasongko.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


