7 jenis motif batik pekalongan yang paling terkenal beserta filosofinya - News | Good News From Indonesia 2025

Apa Saja Motif Batik Pekalongan yang Terkenal? Ini Contoh, Makna Filosofi hingga Ciri Khasnya.

Apa Saja Motif Batik Pekalongan yang Terkenal? Ini Contoh, Makna Filosofi hingga Ciri Khasnya.
images info

Apa Saja Motif Batik Pekalongan yang Terkenal? Ini Contoh, Makna Filosofi hingga Ciri Khasnya | Sumber: Wikimedia commons


Batik yang berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah, dikenal luas sebagai salah satu warisan kain Nusantara unggulan di Indonesia. Kota ini dijuluki "Kota Batik" karena menjadi pusat kerajinan dan produksi batik terbesar di Tanah Air.

Kota pesisir ini memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan perkembangan seni kriya batik. Oleh karena itu, mari Kawan kita mengenal ragam motif batik Pekalongan yang sarat makna filosofis dan keindahan budaya ini!

Dipengaruhi budaya Jawa serta unsur asing seperti Belanda, Arab, Tiongkok, dan Jepang, batik Pekalongan memiliki corak unik. Kehadirannya tampil berbeda jika dibandingkan dengan Batik Keraton dari Yogyakarta maupun Surakarta.

Sekilas tentang Batik Pekalongan

Meskipun tidak ada catatan resmi mengenai awal mula batik Pekalongan, diperkirakan seni batik ini mulai dikenal pada 1800-an dan berkembang pesat setelah Perang Diponegoro. 

Perang tersebut menyebabkan keluarga keraton dan para pengikutnya menyebar ke berbagai daerah, termasuk Pekalongan, dan turut mengembangkan batik yang telah ada sebelumnya. Seiring waktu, industri batik rumahan tumbuh subur di kawasan pesisir seperti Kota Pekalongan, Buaran, Pekajangan, dan Wonopringgo. 

Puncak kejayaan batik Pekalongan terjadi pada era 1950-an, saat koperasi batik mulai bermunculan dan memperkuat posisi Pekalongan sebagai pusat industri batik nasional. 

Hingga kini, Pekalongan tetap dikenal sebagai kota batik terbesar di Indonesia. Hal ini diperkuat oleh adanya pusat penjualan batik seperti Pasar Grosir Setono, Pasar Banjarsari, dan International Batik Center yang menjadi destinasi utama para pemburu batik dari dalam maupun luar negeri.

baca juga

Ciri Khas dan Karakteristik Batik Pekalongan

Sebagai bagian dari kategori batik pesisiran, warna batik Pekalongan cenderung kaya, cerah, dan sangat mencolok. Dalam satu kain batik, pengrajin dapat memadukan hingga delapan warna berbeda.

Perpaduan warna batik Pekalongan seperti merah muda, kuning terang, biru muda, hingga ungu membuat tampilan visualnya terasa lebih hidup. Corak dan hiasannya juga banyak terinspirasi dari gabungan flora serta fauna.

Selain itu, sentuhan akulturasi budaya asing menciptakan motif batik khas Pekalongan yang luwes dan dinamis. Keanekaragaman ini melahirkan banyak contoh batik pekalongan yang diminati hingga ke mancanegara.

7 Jenis Motif Batik Pekalongan yang Paling Terkenal

1. Motif Pagi Sore

Motif Pagi Sore berkembang pada masa pendudukan Jepang (1942–1945) di Indonesia. Kelangkaan kain kala itu memicu kreativitas pengrajin untuk menciptakan dua pola berbeda dalam satu lembar kain.

Kawan dapat menggunakan kain ini secara bergantian pada waktu berbeda karena memiliki kombinasi warna kontras. Pewarnaan motif batik Pekalongan ini disesuaikan dengan selera Jepang, seperti warna kuning, cokelat, violet, hingga pink.

Batik Pekalongan Motif Pagi Sore | Sumber: Wikimedia Commons @Hiart
info gambar

Batik Pekalongan Motif Pagi Sore | Sumber: Wikimedia Commons @Hiart


2. Motif Jlamprang

Motif Jlamprang merupakan salah satu nama batik Pekalongan yang sangat legendaris dan sarat makna filosofis. Bahkan, nama Jlamprang diabadikan sebagai nama jalan hingga simbol kota setempat.

Pola geometris berupa segitiga atau lingkaran cerah ini dipengaruhi oleh budaya Arab, India, serta kepercayaan Hindu-Buddha. Dahulu digunakan dalam upacara sakral, kini motif ini melambangkan silaturahmi, keharmonisan, dan toleransi.

Ilustrasi Batik Pekalongan Motif Jlamprang | Sumber: Generated AI
info gambar

Ilustrasi Batik Pekalongan Motif Jlamprang | Sumber: Generated AI


3. Motif Semen

Jika Kawan mencari corak flora fauna, motif batik pekalongan yang memiliki makna kesuburan dan kesejahteraan adalah motif Semen. Kata "Semen" berasal dari kata semi yang berarti tumbuh atau bertunas.

Motif ini terinspirasi dari ajaran Ramawijayana yang memuat delapan nasihat simbolik kehidupan. Kehadiran ornamen tumbuhan dan hewan melambangkan perjalanan hidup manusia yang terus berkembang menuju kemakmuran.

Batik Pekalongan Motif Semen | Sumber: Wikimedia Commons @Museum Dewantara Kirti Griya
info gambar

Batik Pekalongan Motif Semen | Sumber: Wikimedia Commons @Museum Dewantara Kirti Griya


baca juga

4. Motif Liong

Pengaruh kebudayaan Tionghoa terlihat sangat kental pada motif Liong. Motif ini menampilkan gambaran makhluk mitologis klasik seperti naga dan burung phoenix.

Naga melambangkan kekuatan serta kekuasaan, sedangkan burung phoenix mewakili keagungan dan keindahan. Perpaduan kedua elemen legendaris ini menciptakan tampilan batik yang sangat anggun dan elegan.

Batik Pekalongan Motif Liong | Sumber: Roboflow Universe @Shinta A
info gambar

Batik Pekalongan Motif Liong | Sumber: Roboflow Universe @Shinta A


5. Motif Jawa Hokokai

Batik Jawa Hokokai merupakan batik khas Pekalongan yang muncul pada masa pendudukan Jepang di Indonesia. Batik ini hadir dengan gaya yang terinspirasi dari motif kimono namun tetap mengusung corak klasik kraton seperti parang dan lereng. 

Nama "Hokokai" berasal dari organisasi masyarakat Jepang, Himpunan Kebaktian Masyarakat. Motifnya dikenal rumit dan kaya ornamen, dengan warna-warna cerah serta detail artistik yang tinggi. 

Motif bunga dan kupu-kupu menjadi yang paling dominan, menyesuaikan selera masyarakat Jepang yang gemar memakai kimono dengan desain serupa.

Batik Pekalongan Motif Jawa Hokokai | Sumber: Wikimedia Commons @Gandrasta Bangko
info gambar

Batik Pekalongan Motif Jawa Hokokai | Sumber: Wikimedia Commons @Gandrasta Bangko


6. Motif Batik Sawat

Motif batik Sawat banyak diminati karena memiliki filosofi yang mendalam. Dalam bahasa Jawa, "sawat" berarti melempar, yang mengacu pada kepercayaan masyarakat Jawa bahwa kekuatan para dewa dan leluhur mereka dapat mengendalikan alam semesta. 

Dikatakan bahwa orang Jawa memiliki senjata seperti Batara Indra, yang dikenal sebagai kilat atau petir, yang digunakan dengan cara dilempar. Bentuk motif batik ini juga mirip dengan ular yang memiliki gigi tajam dan taring. Hal ini melambangkan perlindungan dari alam semesta bagi masyarakat.

Batik Pekalongan Motif Sawat | Sumber: Nationaal Museum van Wereldculture
info gambar

Batik Pekalongan Motif Sawat | Sumber: Nationaal Museum van Wereldculture


baca juga

7. Motif Buketan

Motif batik Buketan terinspirasi dari budaya Belanda dan menampilkan rangkaian bunga serta dedaunan yang disusun menyerupai buket. Batik ini sering kali dilengkapi dengan motif tambahan seperti kupu-kupu atau burung.

Gaya ini mulai berkembang di Pekalongan antara tahun 1860 hingga 1940, ketika warga Belanda mulai terlibat dalam industri batik dan memperkenalkan pola-pola bergaya Eropa.

Hingga kini, motif Buketan dikenal karena keindahannya yang menyerupai rangkaian bunga ala bouquet, menjadikannya salah satu desain batik yang elegan dan menawan.

Batik Pekalongan Motif Buketan | Sumber: Wikimedia Commons @Gandrasta Bangko
info gambar

Batik Pekalongan Motif Buketan | Sumber: Wikimedia Commons @Gandrasta Bangko


Batik Pekalongan tidak hanya dipasarkan di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga diekspor ke Malaysia, Thailand, dan negara-negara di Timur Tengah. Batik ini, yang terbuat dari katun halus dan lembut, sering diproduksi dalam bentuk daster atau sarung dan memberikan kenyamanan saat digunakan. Apakah Kawan tertarik untuk memakai atau mengoleksi batik Pekalongan?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Ashnov Brillianto Ahmada lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Ashnov Brillianto Ahmada.

AB
KG
RM
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.