Desa Kemiri, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, dengan berbagai jenis pisang sebagai salah satu komoditas utama perkebunannya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai kuliner olahan.
Tak hanya itu, kerupuk rambak di Desa Kemiri juga merupakan salah satu kuliner yang diproduksi dengan rasa yang memiliki potensi untuk bersaing dengan produk serupa. Melihat dua celah inilah, tim KKN-Tematik Inovasi IPB University meluncurkan program “Kemiri Berdaya” yang menggabungkan inovasi kuliner pisang nuget dan digitalisasi kerupuk rambak untuk membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa dengan mengembangkan ekonomi kreatif.
Pada Jumat, 11 Juli 2025, sebanyak 14 peserta yang didominasi oleh ibu-ibu kader dan generasi muda desa berkumpul di Posko KKNT IPB University Desa Kemiri untuk mengikuti workshop pembuatan pisang nuget.
Di bawah bimbingan mahasiswa IPB, peserta secara berkelompok yang masing-masing terdiri dari dua orang mempraktekkan teknik dalam mengolah pisang kepok menjadi pisang nugget yang renyah, merancang kemasan sederhana, hingga menghitung HPP (Harga Pokok Produksi).
Dalam praktek pengolahan pisang nuget, disampaikan hal penting yang harus diperhatikan dalam pengolahan produk agar dapat memiliki bisnis yang berkelanjutan seperti kesesuaian terhadap resep produk, SOP (Standard Operating Procedure) yang meliputi kebersihan serta penyimpanan bahan baku dan produk, hingga inovasi produk yang harus terus diperbarui agar dapat bersaing di pasar.
Proses penggorengan pisang nugget pada workshop Kemiri Berdaya KKNT IPB University (11/7/2025) | Dokumentasi Pribadi
Capaian pada workshop ini, peserta berhasil memproduksi 54 porsi pisang nuget dengan harga jual produk Rp5000 per porsi pisang nugget setelah menghitung HPP. Lebih penting lagi, selain produk pisang nuget dengan topping keju dan coklat, mereka pulang dengan pemahaman mengenai branding dan nilai tambah produk yang dapat ditingkatkan melalui cara pengolahan.
Beberapa peserta bahkan terinspirasi menjadikan pisang nugget ini sebagai cemilan di rumah dan sebagai ide bisnis kedepannya, seperti yang dikatakan oleh salah satu peserta workshop, Putri Alya, pada sesi ungkapan pesan dan kesan diujung workshop, Pisang nugetnya enak, kegiatan hari ini seru dan menginspirasi untuk dijadikan ide bisnis".
Selanjutnya, program Kemiri Berdaya pun berlanjut ke tahap digitalisasi UMKM kerupuk rambak “Si Mbok” yang rangkaiannya secara bertahap telah diadakan pada Jumat, 4 Juli, Jumat, 18 Juli, Selasa, 29 Juli, dan Rabu, 30 Juli 2025 di rumah produksi kerupuk rambak Desa Kemiri, yang kini telah memiliki logo dengan merk Kerupuk Rambak Si Mbok.
Pelaku UMKM dari Kerupuk Rambak Si Mbok, yang beranggotakan dua orang, belajar membuat akun resmi untuk berjualan online melalui Shopee, merancang logo dan foto produk, serta mempelajari mekanisme operasional jual-beli online—mulai dari unggah foto produk, deskripsi produk, pengemasan produk, hingga proses pengiriman melalui ekspedisi. Dalam penjualan online ini, kerupuk rambak mentah dipasarkan dengan minimal pembelian 1 kilogram yang dikemas dengan dua buah plastik seal masing-masing berukuran 500 gram.
Setelah melalui proses digitalisasi dan perhitungan HPP dalam pengemasan ulang, transportasi, serta biaya lainnya yang diperlukan, toko online Kerupuk Rambak Si Mbok mencatat tiga transaksi penjualan kerupuk rambak dengan harga jual Rp35000 per kilogram.
Capaian program ini berupa pembukaan akses pasar yang lebih luas, memungkinkan kerupuk rambak yang sebelumnya bergantung pada penjualan kepada Pasar di Kecamatan Kunduran, kini mampu menjangkau konsumen di seluruh Indonesia melalui e-commerce Shopee.
Foto produk untuk etalase Shopee Kerupuk Rambak Si Mbok | Dokumentasi Pribadi
Beberapa capaian dari program Kemiri Berdaya oleh KKNT IPB University 2025 di Desa Kemiri yang berhasil terwujud, membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, UMKM di pedesaan dapat meningkatkan nilai produk dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Program ini memiliki potensi keberlanjutan yang tinggi, di mana kegiatan serupa bisa terus dilanjutkan dengan inovasi kuliner berbasis potensi lokal lainnya, serta pendampingan yang berkelanjutan untuk mengoptimalkan penjualan digital. Kolaborasi dengan dinas terkait dan pelaku e-commerce juga dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat program ini di masa depan.
Dengan demikian, program Kemiri Berdaya tidak hanya sekadar memberikan pelatihan, melainkan juga menanamkan semangat kewirausahaan, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan membuka pintu bagi masa depan yang lebih cerah bagi UMKM di Desa Kemiri.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


