Ferry Joko Juliantono atau Ferry Juliantono adalah Menteri Koperasi baru hasil reshuffle di Kabinet Merah Putih yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025). Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 86/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.
Dengan Keppres tersebut, Ferry resmi menggantikan Budi Arie sebagai Menteri Koperasi. Sebagai informasi, sebelumnya, Ferry merupakan Wakil Menteri Koperasi di Kabinet Prabowo Gibran.
Profil Ferry Juliantono
Ferry merupakan politikus dari Partai Gerindra. Sebelum menjadi Menteri Koperasi, ia memiliki rentetan pengalaman kerja yang sangat moncer.
Ferry mendapatkan gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Padjajaran (UNPAD). Kemudian, ia melanjutkan pendidikan magister hingga doktornya di Universitas Indonesia (UI), masing-masing di jurusan Ekonomi Politik Internasional dan Doktor Filsafat. Saat ini, ia merupakan Ketua Umum Ikatan Alumni UNPAD periode 2024-2028.
Kariernya dimulai sebagai Auditor Keuangan di proyek kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat, USAID. Kemudian, ia menjadi konsultan di berbagai institusi.
Dalam sebuah tulisan yang diterbitkan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNPAD, Ferry disebut pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Wana Artha Citra Industri dan auditor internasional di berbagai perusahaan.
Kawan, pengalaman kerjanya juga semakin mentereng dengan ditunjuknya ia sebagai Komisaris PT Pertamina Patra Niaga. Penunjukan ini dilakukan lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 10 Juli 2025.
Informasi yang didapatkan dari akun LinkedIn milik Ferry, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Induk Koperasi Pondok Pesantren (INKOPONTREN). Ia bertanggung jawab untuk mengawasi inisiatif koperasi di lingkungan pesantren di seluruh Indonesia.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemasok Batu Bara Indonesia (Aspebindo), Ketua Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS), Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, dan sebagainya.
Kawan GNFI, Ferry memang sudah lama berkecimpung di dunia koperasi. Melansir dari ANTARA, Ferry adalah salah satu tokoh yang diulas dalam buku Apa dan Siapa 100 Orang Koperasi Indonesia.
Kiprahnya di dunia koperasi dinilai memiliki kontribusi signifikan untuk memperkuat koperasi dan ekonomi kerakyatan. Salah satu hal yang ia lakukan adalah dengan membangkitkan Induk KUD sebagai koperasi milik petani.
Si Aktivis yang Pro-rakyat
Selain koperasi, Ferry juga merupakan aktivis yang banyak terlibat dalam organisasi petani, nelayan, buruh, dan agraria. Lelaki kelahiran 1967 itu pernah menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia (DTI).
Menariknya, di balik rekam jejaknya yang luar biasa itu, ternyata Ferry pernah divonis satu tahun kurungan penjara. Pada 21 Mei 2008, Ferry pernah melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak kenaikan harga BBM.
Lalu, pada 22 Mei 2008, ia menyampaikan kepada sesama aktivis lewat gawai soal aksi di depan istana yang sudah cukup dan melakukan dekosentrasi aksi di beberapa kampus.
Selanjutnya, dalam aksi unjuk rasa pada 24 Juni 2008, terjadi kerusuhan di depan Gedung DPR dan Kampus Unika Atmajaya. Saat itu, demonstran membakar satu unit mobil plat merah. Namun, Ferry mengalihkan tanggung jawab itu pada rekannya karena ia tengah berada di Tiongkok untuk menghadiri acara serikat petani.
Ia sudah lama dikenal sebagai seorang aktivis yang banyak menyuarakan kepentingan rakyat. Ferry dianggap sangat pro-rakyat dan vokal dalam memperjuangkan isu tani dan agraria.
Ferry yang kini ditunjuk sebagai Menteri Koperasi dihadapkan dengan pekerjaan rumah besar, yakni Program Koperasi Desa. Program gagasan Presiden Prabowo ini ditargetkan dapat menggerakkan 80 ribu koperasi desa di Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


