Setiap harinya penduduk di Kabupaten Jombang menghasilkan 540 ton sampah. Namun dari jumlah itu yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanya 120 ton saja. Sisanya sebanyak 8,5% sampah dibuang sembarangan. Tentu hal ini menjadi masalah yang cukup serius.
Kampung Berseri Astra (KBA) Kaliwungu mengintegrasikan isu lingkungan dalam pendidikan untuk membentuk generasi peduli dan aktif melestarikan lingkungan. Melalui Sanggar Hijau Indonesia, niat mulia itu terealisasikan secara sistematis dan terstruktur.
Sanggar Hijau Indonesia: Dari Gerakan Komunitas KBA Kaliwungu ke Organisasi Masyarakat Sipil

Logo Sanggar Hijau Indonesia
Berdiri pada tahun 2015 sebagai gerakan komunitas pengelolaan sampah dalam pembinaan program Adiwiyata sekolah, kiprah Sanggar Hijau Indonesia semakin meluas.
Dari komunitas lingkungan Kampung Berseri Astra (KBA) Kaliwungu di Kabupaten Jombang berkembang menjadi lembaga swadaya masyarakat yang memiliki peran penting dalam sistem pengelolaan sampah di wilayahnya.
Menggaungkan tagline, "Revolusi Pendidikan Ekologis" melalui semangat kolaborasi dengan berbagai pihak, masyarakat serta instansi pendidikan hingga pemerintah, pada tahun 2019 Sanggar Hijau Indonesia resmi menjadi Organisasi Masyarakat Sipil (OMS)
Si BESUT: Terobosan Sanggar Hijau Indonesia untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Potret program Si BESUT Eco Education | Instagram Sanggar Hijau Indonesia
Si BESUT merupakan terobosan Sanggar Hijau Indonesia dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan. Nama “Si BESUT” adalah akronim dari Siap, Bank Sampah, Ecobrick, dan Kompos untuk Tanaman. Filosofinya sederhana namun kuat: siap beraksi untuk bumi, memanfaatkan sampah menjadi berkah, serta mengubah perilaku konsumtif menjadi produktif.
Mengajak warga untuk memilah sampah melalui prinsip 3 AH yaitu cegAH, pilAH olAH, Si BESUT memiliki program layanan yang disebut Si BESUT ECO Education. Melalui program layanan pendidikan dan pelatihan yang membuka kesadaran terhadap isu lingkungan beserta solusi penanganannya ini, para generasi Indonesia bisa ikut andil dalam belajar dan berkontribusi sebagai agen perubahan lingkungan.
Program ini menawarkan fasilitas, sarana dan prasarana yang mewadahi untuk belajar langsung bersama praktisi lingkungan, melibatkan komunitas lokal, memberikan pengalaman belajar inkuiri dan praktik dan pembelajaran dilaksanakan di luar kelas. Terdapat dua layanan Eco Education Sanggar Hijau Indonesia di antaranya Si BESUT Eksplora TPA dan Si BESUT Learnovation. Keduanya menghadirkan fasilitas, sarana, prasarana dan manfaat pendidikan serta pelatihan tersendiri.
Dampak Nyata Sanggar Hijau Indonesia: Dari Pengelolaan Sampah hingga Melahirkan Generasi Peduli Lingkungan Berprestasi

Potret Queen Azalia Rahmawati menerima penghargaan Juara 2 Pemuda Pelopor Kabupaten Jombang di bidang pengelolaan SDA, lingkungan dan pariwisata | Instagram KBA Kaliwungu
Hadirnya Sanggar Hijau Indonesia telah memberi dampak nyata bagi KBA Kaliwungu, masyarakat Jombang dan sekitarnya. Di bidang ekonomi, Sanggar Hijau Indonesia melahirkan berbagai produk UMKM berbasis daur ulang yang memiliki nilai jual tinggi. Melalui pelatihan keterampilan dan pengelolaan bank sampah, masyarakat berhasil menciptakan produk ramah lingkungan seperti tas, pot bunga, hingga pupuk kompos.
Selain itu, keberhasilan Sanggar Hijau Indonesia mendorong Desa Kaliwungu menjadi Kampung Iklim (Proklim) yang diakui oleh pemerintah. Predikat ini menjadi bukti konkret komitmen mereka dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Pada tahun 2023, Sanggar Hijau Indonesia juga berhasil menerbitkan sebuah buku yang mendokumentasikan perjalanan dan strategi pengelolaan lingkungan yang mereka lakukan untuk memudahkan edukasi dan sosialisasi.
Tak kalah penting, Sanggar Hijau Indonesia juga berhasil mencetak generasi muda berprestasi yang aktif dalam kompetisi dan program lingkungan. Setelah mengkampanyekan gerakan peduli lingkungan melalui pengolahan sampah kepada kelompok anak muda, Queen Azalia Rahmawati, tahun ini berangkat ke Taiwan untuk mengikuti Asian Girls in Action Project sebagai upayanya mendapatkan dukungan atas gerakan yang ia lakukan.
Langkah Queen yang berawal dari membiasakan diri mengelola sampah di depan rumahnya bersama Sang Ibu berlanjut keberanian dan semangatnya mendaftarkan diri di Asian Girls in Action itu mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah Kabupaten Jombang. Ia menerima penghargaan Juara 2 Pemuda Pelopor Kabupaten Jombang 2025 di bidang pengelolaan SDA, lingkungan dan pariwisata.
Pada akhirnya, derap langkah KBA Kaliwungu bersama Sanggar Hijau Indonesia akan terus terdengar demi mencapai tujuan kampung yang bersih, aman, nyaman, sejahtera dan melahirkan generasi muda yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
#kabarbaiksatuindonesia
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


