Dunia sempat dihebohkan dengan pengakuan kedaulatan Israel atas Somaliland pada akhir Desember 2025 lalu. Pengakuan ini menjadi perbincangan hangat di pemberitaan tanah air dan internasional mengingat Somaliland dianggap masih menjadi wilayah Republik Federal Somalia yang berdaulat.
Banyak negara, termasuk Indonesia mengecam keras tindakan itu. Apa alasannya?
Apa Itu Negara Somaliland?
Negara Somaliland berada di bagian utara Somalia, tepatnya di pesisir Teluk Aden, Afrika Timur, yang mendeklarasikan diri sebagai sebuah negara setelah pemerintahan pusat Somalia runtuh. Somaliland berbatasan dengan Djibouti di barat laut, Ethiopia di Selatan, dan Puntland yang merupakan wilayah milik Somalia di bagian Timur.
Somaliland sudah memploklamirkan diri sebagai sebuah negara sejak tahun 1991. Merangkum dari Britannica, Somaliland adalah bekas koloni Inggris yang bernama British Somaliland yang berada di sebelah utara. Sementara itu, Somalia bagian selatan adalah bekas koloni Italia. Artinya, dua wilayah ini sebenarnya memiliki sejarah kolonialisme yang berbeda.
Kedua negara baru “bersatu” di tahun 1960. Namun, banyak konflik yang terjadi. Beberapa kota besar, termasuk Hargeisa—yang kini menjadi ibu kota Somaliland—kolaps.
Akibatnya, elite lokal Somaliland memilih untuk memisahkan diri dan membangun pemerintahan sendiri di tahun 1991. Menariknya, meskipun dianggap sebagai separatis, Somaliland mengklaim bahwa kondisi dalam negeri mereka cenderung stabil. Bahkan, mereka punya pemerintahan, mata uang, dan aparat keamanan sendiri.
Akan tetapi, hingga lebih dari 30 dekade berdiri, kemerdekaan Somaliland tidak diakui oleh negara-negara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Secara sederhana, Somaliland menganggap diri mereka sebagai negara. Namun, dunia internasional masih menganggap mereka sebagai bagian dari Somalia.
Pemerintah Somaliland menganggap bahwa mereka sudah memenuhi berbagai syarat berdirinya sebuah negara berdasarkan Konvensi Montevideo tentang Hak dan Kewajiban Negara (1933), seperti peduduk tetap, wilayah yang ditentukan, pemerintahan, dan kemampuan menjalin hubungan internasional agar diakui sebagai negara.
Somaliland juga memiliki paspor sendiri. Dalam laman republicofsomaliland.com, dituliskan ahwa mereka menjalin hubungan diplomatik dengan berbagai negara. Mereka memiliki kantor perwakilan di Amerika Serikat, Britania Raya, Uni Emirat Arab, Taiwan, dan lainnya.
Namun, perlu dicatat bahwa negara-negara tersebut hanya menjalin kontak politik dengan Somaliland. Sejauh ini, satu-satunya pengakuan resmi yang diperoleh oleh Somaliland sebagai sebuah negara berdaulat adalah dari Israel.
Sayangnya, pengakuan Israel terhadap Somaliland ini justru menuai kecaman dari banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Mengapa demikian?
Alasan Indoesia Menolak Pengakuan Israel terhadap Somaliland
Sejauh ini, Israel masih menjadi satu-satunya negara yang mengakui Somaliland sebagai sebuah negara berdaulat. Dunia internasional, seperti negara-negara Mesir, Yordania, Djibouti, Arab Saudi, Turki, sampai 20 negara Timur Tengah-Afrika mengutuk keras tindakan “sembrono” Israel.
Tak ketinggalan, Liga Arab, Komunitas Afrika Timur, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), bahkan Uni Eropa turut mengecam hal itu. Mayoritas pihak menolak dan meminta Israel dan Somaliland untuk menghormati kedaulatan serta integritas wilayah Somalia.
Indonesia sebagai salah satu yang mengakui kedaulatan Somalia ikut mengecam tindakan Israel itu. Alasan mengapa Indonesia mengecam dan menolak pengakuan Somaliland oleh Israel adalah karena hal tersebut dapat menjadi ancaman serius bagi keamanan di Horn of Africa atau Tanduk Afrika dan Laut Merah.
Sebagai salah satu anggota OKI, bersama dengan 21 negara lainnya, Indonesia menandatangani pernyataan bersama antara Menteri Luar Negeri antarkawasan dan Dewan Kerja Sama Teluk yang disepakati pada 26 Desember 2025 lalu.
Cuitan Kementerian Luar Negeri RI dalam akun X resminya menegaskan bahwa perilaku Israel itu sama saja dengan mengabaikan hukum internasional dan merupakan pelanggaran berat pada prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tulisan itu juga menyoroti bagaimana Israel tengah mempertontonkan sikap “ekspansionisme” yang semena-mena, seperti halnya yang terjadi di Palestina.
Indonesia turut menyatakan dukungannya atas kedaulatan penuh Republik Federal Somalia dan menolak segala tindakan yang menolak kedaulatan negara tersebut.
“Mendukung penuh terhadap kedaulatan Republik Federal Somalia dan penolakan tegas terhadap setiap tindakan yang merusak persatuan Somalia, integritas wilayahnya, atau kedaulatannya atas seluruh wilayahnya,” kata Kemlu RI.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


