sayuran kale sejenis kubis liar yang disulap jadi hidangan lezat - News | Good News From Indonesia 2026

Sayuran Kale, Sejenis Kubis Liar yang Disulap Jadi Hidangan Lezat

Sayuran Kale, Sejenis Kubis Liar yang Disulap Jadi Hidangan Lezat
images info

Sayuran Kale, Sejenis Kubis Liar yang Disulap Jadi Hidangan Lezat


Brassicaoleracea adalah nama ilmiah dari tanaman sayuran yang dalam pertanian umum dikenal sebagai kubis liar. 

Salah satu varietas Brassicaoleracea yang penting sebagai sayuran konsumsi adalah kale, yang dalam literatur botani disebut Brassicaoleracea var. acephala atau var. sabellica tergantung pada kelompok varietasnya. 

Varietas ini tidak membentuk kepala seperti kubis pada umumnya, tetapi berbentuk daun hijau yang tumbuh dari batang pusat tanpa membentuk bonggol, sehingga sering disebut kubis tanpa kepala. 

Termasuk kubis Liar

Kale adalah sayuran berdaun dari keluarga Brassicaceae yang dikenal juga sebagai cruciferousvegetables atau kubis-kubisan. Varietas kale mencakup beberapa kelompok besar, termasuk curly kale (keriting), Toscano (kadang disebut dinosaur kale atau lacinato), serta varietas lain seperti Red Russian dan Redbor yang memiliki warna dan bentuk daun yang berbeda. 

Curly kale umumnya memiliki daun bertepi keriting dan tekstur lebih kasar, sementara Toscano memiliki daun lebih panjang dan permukaan lebih tegas. Variasi ini menunjukkan bahwa penamaan “kale” mencakup setidaknya tiga kelompok besar yang berbeda secara morfologi dan profil senyawa kimianya. 

Perbedaan varietas ini tidak hanya tampak secara visual tetapi juga berarti komposisi kimiawi seperti kadar glukosinolat yang berbeda-beda, di mana kelompok German, American, dan Italian kale menunjukkan profil glukosinolat yang berbeda dalam studi filogenetik dan kimiawi. 

Mengandung nutrisi tinggi

Kale dikenal sebagai salah satu sayuran dengan profil nutrisi yang sangat tinggi dibandingkan banyak sayuran lain. Dalam 100 gram daun segar, kale mengandung vitamin C dalam jumlah signifikan, dengan nilai yang dilaporkan sekitar 93–120 mg per 100 gram, tergantung varietas dan kondisi pertumbuhan. 

Kale juga kaya akan vitamin A, vitamin K, dan mineral seperti kalsium, kalium, besi, dan mangan. Kandungan protein, meskipun tidak sebanyak sumber hewani, juga lebih tinggi dibanding beberapa sayuran lain di kelompoknya. 

Selain makronutrien, kale menjadi sumber fitokimia penting seperti karotenoid (β-karoten, lutein, zeaxanthin) dan flavonoid (quercetin, kaempferol) yang memiliki aktivitas antioksidan. 

Kandungan glukosinolat, senyawa sulfur khas sayuran kubis-kubisan, berperan sebagai pertahanan tanaman melawan serangga dan patogen, dan juga diteliti memiliki efek potensial dalam detoksifikasi xenobiotik serta kemungkinan peran dalam pencegahan penyakit kronis. 

baca juga

Disulap jadi hidangan lezat

Kale telah masuk ke dalam berbagai masakan di seluruh dunia karena teksturnya yang kuat dan kemampuannya mempertahankan komposisi nutrisinya setelah pengolahan. Di dapur sehari-hari, kale dapat dimanfaatkan secara mentah maupun terolah. 

Kalau mentah, daun kale sering dipotong halus dan dicampurkan ke dalam salad, smoothies, atau jus sayur. Pengempukan daun dengan cara dipijat (massaging) sering dilakukan agar teksturnya lebih lembut saat dikonsumsi mentah.

Dalam masakan panas, kale sering ditumis bersama bawang putih dan minyak zaitun, direbus atau ditambahkan ke sup dan semur untuk menambah kandungan serat dan nutrisi. Beberapa resep modern juga mengolah kale menjadi “chips” dengan memanggang daun yang telah dilumuri sedikit minyak dan garam hingga renyah. 

Popularitas kale juga terlihat di acara kompetisi kuliner profesional seperti MasterChef Indonesia, di mana peserta menggunakan kale dalam berbagai kreasi hidangan mulai dari menu utama hingga salad dan hidangan inovatif lainnya. 

Kale digunakan sebagai bahan utama maupun pelengkap karena kemampuannya memberikan tekstur dan kontribusi rasa yang khas, serta meningkatkan nilai gizi hidangan yang disajikan.

Menyimpan kale agar tetap segar

Kale adalah sayuran yang tergolong mudah rusak jika tidak disimpan dengan benar karena laju respirasi yang tinggi. Tanaman ini akan mulai kehilangan kesegaran jika dibiarkan pada suhu ruang dalam waktu lebih dari beberapa jam, sehingga penyimpanan dingin sangat penting. 

Untuk menyimpan kale segar di rumah, pendekatan yang dianjurkan adalah meletakkan daun yang masih kering di dalam kulkas tanpa dicuci terlebih dahulu. Daun kale dapat dibungkus dengan handuk kertas atau paper towel yang menyerap kelembapan berlebih sebelum dimasukkan ke dalam kantong plastik atau wadah tertutup dan disimpan di laci sayuran. 

Cara ini membantu mengurangi kelembapan yang dapat mempercepat pembusukan, sehingga kale dapat bertahan hingga sekitar satu minggu jika disimpan pada suhu dingin yang konsisten. 

Jika ingin menyimpan kale lebih lama, teknik pembekuan juga efektif. Daun kale dapat dicuci, dipotong, dan diblanching dalam air panas singkat sebelum didinginkan dan kemudian dibekukan dalam wadah kedap udara. 

Kale beku bisa dipertahankan kualitasnya hingga beberapa bulan dan dapat langsung digunakan dalam sup, smoothie, atau masakan lain tanpa perlu dicairkan terlebih dahulu. 

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.