Merumput di Indonesia, lalu membela Tanah Airnya di Piala Afrika 2025. Dia adalah Pablo Ganet.
Pablo Ganet merupakan pemain sepak bola asal Guinea Khatulistiwa yang juga bermain bagi Persita Tangerang. Lahir di Malaga, Spanyol, pada 4 November 1994, ia biasa menempati posisi gelandang tengah kala berlaga di lapangan.
Pablo Ganet memang bukan megabintang atau punya nama besar. Meski demikian, ia punya pencapaian tersendiri, yakni menjadi satu-satunya pemain Super League yang berlaga di Piala Afrika alias AFCON 2025.

Kiprah Pablo Ganet: Antara Persita dan Guinea Khatulistiwa
Pablo Ganet mulai membela Persita sejak musim 2025-2026 ini. Ia didatangkan setelah sebelumnya bermain bagi klub Spanyol, Merida AD.
Sebagai pemain yang lahir di Spanyol, Pablo Ganet juga banyak menjalani karier sepakbolanya di sana. Saat masih remaja, ia menimba ilmu di akademi milik salah satu klub ternama Negeri Matador, yakni Real Betis.
Dari akademi Real Betis, Pablo Ganet hijrah ke beberapa klub Spanyol lainnya, mulai dari Atletico Malagueno, Real Murcia, CD Alcoyano, hingga Merida AD. Namun, ia juga tak terus-terusan hanya bermain di Spanyol.
Pernah pula Pablo Ganet bermain di luar negara kelahirannya, yakni di Maroko bersama Ittihad Tanger, Kuwait bersama Kazma FC, juga di Oman di mana ia berseragam Saham Club.
Di Persita, Pablo Ganet cukup diandalkan oleh pelatih Carlos Pena. Berdasarkan data Transfermarkt per Senin (5/1/2025), ia telah bermain 14 kali dengan durasi total 354 menit. Hasilnya, ada 3 gol dan 1 assist yang disumbangkannya.
Penampilannya bersama Persita menarik perhatian Pelatih Timnas Guinea Khatulistiwa, Juan Micha. Pablo Ganet dipanggil ke skuad untuk ikut melakoni Piala Afrika 2025 di Maroko.
Petualangan Pablo Ganet di Piala Afrika 2025
Di Piala Afrika 2025, Guinea Khatulistiwa yang diperkuat Pablo Ganet tergabung dalam Grup E bersama Aljazair, Burkino Faso, dan Sudan.
Laga pertama Pablo Ganet bersama Guinea Khatulistiwa berlangsung di dengan melawan Burkina Faso di Mohammed V, Casablanca pada Rabu (24/12/2025). Pemain berusia 31 tahun itu tampil sebagai starter dan bermain selama 82 menit sebelum digantikan Marvin Manieboh. Ia kurang beruntung karena timnya dikalahkan 1-2.
Beranjak ke laga kedua, Pablo Ganet menyertai timnya kala menghadapi Sudan pada Minggu (28/12/2025). Kali ini, ia tampil dari bangku cadangan sebagai pengganti Perdro Obiang. Lagi-lagi, Guinea Khatulistiwa kalah 0-1.
Dua kekalahan membuat petualangan Pablo Ganet di Piala Afrika 2025 dipastikan tak berlanjut ke fase gugur. Dalam laga ketiga kontra Aljazair, Pablo Ganet kembali menjadi starter, dan Guinea Khatulistiwa kalah 1-3.
Boleh jadi Piala Afrika tidak sepopuler Piala Eropa atau Copa America. Kendati begitu, ajang sepak bola antar negara Benua Hitam tersebut tidak bisa dianggap remeh karena banyak pemain-pemain top dunia yang berlaga di sana.
Karena itu pula, Pablo Ganet satu panggung dengan para pemain top tersebut. Achraf Hakimi, Mohamed Salah, dan Victom Oshimhen adalah beberapa di antaranya. Aljazair yang dihadapi di laga ketiga Guinea Khatulistiwa juga punya Riyad Mahrez meski tidak dimainkan.
“Secara individu, ini adalah pengalaman lain yang membantu saya berkembang dengan mampu berkompetisi di kompetisi tingkat tinggi melawan pemain-pemain hebat," ujar Ganet dalam keterangan tertulis Persita.
Kini, Pablo Ganet telah kembali ke Persita. Dalam laga Pendekar Cisadane versus Persis Solo di Stadion Manahan pada Minggu (4/1/2025), ia turut bermain dan membawa tim menang 3-1.
“Seperti yang saya katakan sebelumnya, merupakan suatu kehormatan untuk mewakili negara saya di turnamen internasional dan juga sumber kebanggaan untuk membawa nama liga Indonesia ke negara lain. Saya yakin dengan pertumbuhan liga dan tim, semakin banyak pemain yang dapat mewakili tim nasional mereka,” kata Ganet.


