perayaan ulang tahun psim yogyakarta pada 1961 dari pertunjukan wayang kulit hingga trofeo - News | Good News From Indonesia 2026

Perayaan Ulang Tahun PSIM Yogyakarta pada 1961, dari Pertunjukan Wayang Kulit hingga Trofeo

Perayaan Ulang Tahun PSIM Yogyakarta pada 1961, dari Pertunjukan Wayang Kulit hingga Trofeo
images info

Perayaan Ulang Tahun PSIM Yogyakarta pada 1961, dari Pertunjukan Wayang Kulit hingga Trofeo


PSIM Yogyakarta merupakan salah satu tim sepak bola yang memiliki sejarah panjang di Indonesia. Tim yang berbasis di Kota Yogyakarta ini pada awalnya bernama Perserikatan Sepakraga Mataram (PSM) dan pertama kali didirikan pada 5 September 1929.

Tidak hanya itu, PSIM Yogyakarta juga menjadi salah satu tim perserikatan yang mencetuskan pendirian PSSI pada 1930. PSIM bersama enam tim perserikatan lainnya mencetuskan pendirian organisasi tersebut di Societeit Hande Projo pada waktu itu.

Perayaan ulang tahun tim juga menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan sejarah PSIM Yogyakarta. Apalagi tim berjulukan Laskar Mataram tersebut akan mencapai usia satu abad dalam beberapa tahun ke depan.

Mundur beberapa dekade silam, perayaan ulang tahun PSIM juga pernah dilaksanakan pada 1961. Pada waktu itu, terdapat beberapa rangkaian acara yang digelar dalam rangka menyambut ulang tahun PSIM yang ke-30 tahun.

Lantas bagaimana helatan perayaan ulang tahun PSIM yang digelar pada awal tahun 1961 tersebut?

Perayaan Ulang Tahun PSIM Yogyakarta pada 1961

Dilansir dari artikel "P.S.I.M Berulang Tahun ke 30, PERSIS (Ramang Cs) Didatangkan di Jogjakarta" yang terbit di surat kabar Nasional edisi 28 Desember 1960, perayaan ulang tahun PSIM ini akan diadakan pada awal 1960. Perayaan ulang tahun ini diadakan selama 10 hari, mulai dari 1 hingga 10 Januari 1961.

Acara ini digelar dalam rangka menyambut ulang tahun PSIM yang ke-30. Jika melihat sejarahnya, perayaan ini kemungkinan dihitung sejak pergantian nama tim tersebut dari Persatuan Sepakraga Mataram (PSM) menjadi Perserikatan Sepak Bola Indonesia Mataram (PSIM) pada 27 Juli 1830.

Persiapan perayaan ulang tahun ini sudah dimulai sejak Desember 1960. Pembentukan panitia pun sudah dipersiapkan beberapa hari sebelum jadwal perayaan.

Adapun panitia yang terlibat dalam perayaan ulang tahun PSIM pada 1930 tersebut adalah.

  • Ketua: Hadjir
  • Wakil Ketua: Kapten Suwardi
  • Penulis: Masri
  • Keuanganan: Mardjuki
  • Konsumsi: Sudiardjo
  • Pertunjukan: Kiem
  • Tempat: Djajengwahono
  • Publikasi: Kapten Suwardi
  • Keamanan: Perwakilan dari PSPJ dan GAJA

Para panitia inilah yang nantinya bertanggung jawab dalam penyelenggaraan acara, mulai dari pertunjukan wayang hingga trofeo dengan dua tim besar Indonesia lainnya.

Pertunjukan Wayang Kulit

Perayaan ulang tahun PSIM sudah dimulai pada 31 Desember 1961. Acara dimulai sejak sore hingga malam hari dengan selamatan dan perayaan lainnya.

Pada malam hari, digelar pertunjukan wayang kulit selama semalam suntuk. Pertunjukkan wayang kulit ini digelar di Gedung PSIM yang ada di daerah Baciro.

Pertunjukkan wayang kulit ini mengangkat cerita "Lukitosari Murtjo". Cerita wayang kulit tersebut dibawakan oleh dalang Ki Djojokandar.

Rangkaian acara berikutnya dilanjutkan pada 2 hingga 7 Januari 1961. Pada periode ini, digelar turnamen internal antara para anggota PSIM pada waktu itu.

Selain itu ada juga pementasan demonstrasi speedball yang ditampilkan oleh siswi SGPD dan Gecostumeerde Voetbal.

Trofeo dengan PERSIS Solo dan PSM Makassar

Acara puncak perayaan ulang tahun PSIM Yogyakarta digelar pada 8 hingga 10 Januari 1961. Pada periode tersebut, ada pertandingan trofeo yang digelar di Stadion Kridosono.

Dua tim besar Indonesia turut diundang untuk bertanding di trofeo ini. Adapun dua tim yang juga bertanding bersama PSIM Yogyakarta dalam trofeo tersebut adalah PERSIS Solo dan PSM Makassar.

Rangkaian acara perayaan ulang tahun ini kemudian ditutup pada malam 10 Januari 1961 di Bangsal Kepatihan. Segenap instansi dan seluruh anggota PSIM turut diundang dalam penutupan acara tersebut.

Malam penutupan ini juga dimeriahkan dengan beberapa hiburan, seperti pentas musik dan tari-tarian.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.