Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cerita pendek (cerpen) adalah kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi (pada suatu ketika). Cerpen bersifat fiksi (khayalan) dan disajikan dalam bentuk naratif.
Biasanya sebelum membaca cerpen, kita mencari resensinya terlebih dahulu. Resensi cerpen memudahkan pembacanya untuk mengetahui informasi sampai kelebihan dan kekurangan dari sebuah cerpen.
Dalam artikel ini, akan disediakan contoh resensi cerpen singkat dan strukturnya. Simak selengkapnya, yuk!
Apa itu Resensi Cerpen?
Resensi menurut KBBI memiliki arti pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku. Dapat disimpulkan, resensi cerpen adalah ulasan atau penilaian terhadap karya sastra singkat. Dikatakan karya sastra singkat karena cerpen dapat dibaca dalam sekali duduk.
Struktur Resensi Cerpen
Dalam menulis resensi cerpen, hal yang dibahas yaitu judul resensi, identitas karya (cerpen), pendahuluan, sinopsis, analisis unsur intrinsik, evaluasi, dan penutup atau rekomendasi.
1. Judul Resensi
Bagian pertama yang ditulis dalam resensi cerpen yaitu judul. Perlu diingat, bahwa judul resensi berbeda dengan judul cerpen. Kawan dapat membuat sendiri judul resensi sesuai dengan isi cerpen. Judul resensi bertujuan untuk menarik minat para pembaca.
2. Identitas Karya
Dalam bagian ini, memuat identitas cerpen yaitu:
- judul cerpen,
- penulis cerpen,
- penerbit, dan
- tahun terbit.
3. Pendahuluan
Pada bagian pendahuluan dapat diisi dengan biografi singkat atau karya-karya lain yang pernah ditulis pengarang. Dapat juga dituliskan perbandingan dengan karya lain atau hal-hal yang menarik dari cerpen.
4. Sinopsis atau Ringkasan Cerita
Bagian ini berisi sinopsis atau ringkasan cerita. Kawan bisa menulis gambaran secara garis besar dari cerpen. Sinopsis ditulis secara ringkas dan padat, tidak lebih dari tiga paragraf.
5. Analisis Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik merupakan elemen yang ada di dalam sebuah cerpen. Pada bagian ini menjelaskan tentang tema, tokoh, latar, alur, sudut pandang, amanat, dan gaya bahasa cerpen.
6. Evaluasi
Pada bagian evaluasi, dituliskan kelebihan dan kekurangan dari cerpen. Tujuannya untuk memberi gambaran objektif kepada pembaca.
7. Penutup/ Rekomendasi
Pada bagian penutup berisi kesimpulan, penilaian akhir, dan saran untuk pembaca serta penulis. Kawan juga dapat memberikan rating dan sasaran sebuah cerpen agar pembaca dapat menyesuaikan minatnya.
Kumpulan Contoh Resensi Cerpen
Contoh Resensi Cerpen 1
1. Judul Resensi
Kecerdikan Kancil Mengalahkan Buaya yang Rakus
2. Identitas Karya
- Judul Cerpen: Kancil dan Buaya
- Penulis: Syrli Martin
3. Pendahuluan
Cerpen Kancil dan Buaya merupakan cerita fabel dengan tokoh-tokoh hewan. Menampilkan tokoh kancil yang dikenal cerdik dan licik dan buaya yang rakus. Cerita ini menarik karena menggunakan alur sederhana dan sarat akan pesan moral yaitu kecerdikan dan kewaspadaan dalam bersikap, cocok untuk pembaca anak-anak.
4. Sinopsis
Cerpen ini menceritakan seekor kancil yang hidup di pinggir hutan dan mencari makan di tepi sungai. Suatu hari, Kancil merasa lapar dan melihat pohon rambutan yang lebat di seberang sungai. Namun, sungai tersebut dipenuhi oleh buaya yang juga lapar.
Agar dapat menyeberangi sungai, Kancil berpura-pura membawa undangan pesta dari Raja Sulaiman untuk para buaya. Ia meminta para buaya berbaris agar bisa menghitung jumlah mereka. Saat buaya berbaris, Kancil melompati punggung mereka dan berhasil menyeberang sungai.
Akhirnya, Kancil berhasil memakan buah rambutan. Sementara buaya menyadari bahwa mereka telah tertipu setelah diberitahu oleh tupai.
5. Analisis Unsur Intrinsik
Tema: kecerdikan dapat mengalahkan kekuatan.
Tokoh dan Penokohan:
- Kancil sebagai tokoh utama yang cerdik dan licik.
- Buaya sebagai tokoh yang rakus dan mudah tertipu.
- Tupai sebagai tokoh tambahan yang mengungkap kebohongan Kancil.
Latar: pinggir hutan dan tepi sungai.
Alur: alur maju.
Sudut Pandang: orang ketiga serba tahu.
Amanat: jangan mudah percaya pada orang lain dan gunakan kecerdikan untuk menghadapi masalah.
Gaya Bahasa: Bahasa sederhana dan dialog langsung, sehingga mudah dipahami oleh pembaca.
6. Evaluasi
Kelebihan: cerpen ini memiliki alur cerita yang jelas, bahasa yang sederhana, serta pesan moral yang kuat dan mudah dipahami.
Kekurangan: penjelasan latar waktu dan pengembangan karakter buaya masih kurang.
7. Penutup
Cerpen Kancil dan Buaya direkomendasikan untuk pembaca anak-anak dan pelajar karena mengandung nilai moral yang baik serta ditulis dengan cerita yang ringan dan menarik.
Cerita ini juga cocok digunakan sebagai bahan pembelajaran sastra, khususnya untuk memahami struktur cerpen dan pesan moral dalam fabel.
Contoh Resensi Cerpen 2
1. Judul Resensi
Hikmah di Balik Laut yang Marah
2. Identitas Karya
- Judul Cerpen: Ketika Laut Marah
- Penulis: Widya Suwarna
3. Pendahuluan
Cerpen Ketika Laut Marah menyajikan potret kehidupan nelayan miskin yang bergantung pada alam. Keunikan cerpen ini terletak pada penggambaran kondisi yang relevan dengan kehidupan nelayan dan keimanan tokoh utama di tengah kondisi sulit yang dialami masyarakat pesisir.
4. Sinopsis
Cerpen Ketika Laut Marah mengisahkan kehidupan para nelayan yang tidak dapat melaut selama beberapa hari akibat cuaca buruk. Kondisi ini menyebabkan kesulitan ekonomi bagi keluarga nelayan. Di tengah situasi sulit itu, Pak Yus justru mengadakan makan bersama untuk anak-anak tetangga yang kelaparan, padahal ia juga mengalami kesulitan.
Ketika persediaan uang semakin menipis dan cuaca masih belum menentu, Pak Yus tetap memilih berbagi dan memanjatkan doa kepada Tuhan agar diberi cuaca yang cerah di malam hari. Akhirnya, doa Pak Yus terjawab. Cuaca membaik, para nelayan berhasil melaut, dan mendapatkan banyak ikan. Keesokan harinya, semua keluarga nelayan dapat kembali makan di rumah masing-masing.
5. Analisis Unsur Intrinsik
Tema: kepedulian, keikhlasan, dan keimanan dalam menghadapi kesulitan hidup.
Tokoh dan Penokohan:
- Pak Yus sebagai tokoh utama yang dermawan, tegar, dan penuh keyakinan.
- Ibu Yus sebagai tokoh pendukung yang patuh dan setia mendampingi suami.
- Anak-anak tetangga sebagai simbol kepolosan dan harapan.
Latar: desa nelayan, rumah Pak Yus, dan laut.
Alur: alur maju.
Sudut Pandang: orang ketiga serba tahu.
Amanat: sikap ikhlas, kepedulian terhadap sesama, dan keyakinan kepada Tuhan akan membawa kebaikan.
Gaya Bahasa: sederhana, deskriptif, dan emosional sehingga mudah dipahami.
6. Evaluasi
Kelebihan: cerpen ini memiliki pesan moral kuat yang disampaikan melalui tindakan tokoh, serta penggambaran suasana kehidupan nelayan yang realistis dan menyentuh.
Kekurangan: konflik cukup sederhana dan penyelesaian yang terkesan cepat, sehingga ketegangan cerita kurang terasa.
7. Penutup
Cerpen Ketika Laut Marah direkomendasikan untuk pelajar dan pembaca umum karena sarat akan nilai kemanusiaan, empati, dan religiusitas. Cerita ini cocok dijadikan bahan pembelajaran sastra karena menyajikan tokoh teladan yang mengajarkan pentingnya berbagi dan percaya kepada Tuhan.
Tips Menulis Resensi Cerpen agar Menarik
Untuk menghasilkan resensi cerpen yang menarik, Kawan dapat memilih diksi yang tepat dan tidak terlalu berat untuk dipahami pembaca. Selain itu, penting untuk membaca cerpen secara berulang sebelum menulis ulasan agar resensi yang dihasilkan dapat menangkap pesan serta unsur-unsur cerita.
Sekian artikel tentang contoh, struktur, dan tips menulis resensi cerpen. Semoga bermanfaat!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


