legenda batu gila di negeri leinitu cerita rakyat dari maluku - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Batu Gila di Negeri Leinitu, Cerita Rakyat dari Maluku

Legenda Batu Gila di Negeri Leinitu, Cerita Rakyat dari Maluku
images info

Legenda Batu Gila di Negeri Leinitu, Cerita Rakyat dari Maluku


Batu Gila adalah salah satu bebatuan yang ada di Negeri Leinitu, Maluku. Konon ada sebuah cerita rakyat dari Maluku yang menceritakan tentang legenda asal usul penamaan Batu Gila tersebut.

Berikut kisah dari legenda asal usul penamaan Batu Gila yang ada di Negeri Leinitu dalam artikel berikut.

Legenda Batu Gila di Negeri Leinitu, Cerita Rakyat dari Maluku

Dikutip dari artikel Tressy N. Loupatty, "Batu Gila" dalam buku Antologi Cerita Rakyat Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, alkisah di Pulau Saparua terdapat sebuah daerah yang bernama Negeri Leinitu. Negeri ini berada di antara Negeri Sila dan Negeri Titawaai.

Di Negeri Leinitu, hiduplah seorang kakek yang bernama Esau Samallo. Dirinya dikenal baik hati dan suka membantu masyarakat yang membutuhkan.

Setiap hari Kakek Esau pergi ke dusun untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Dia akan pergi pagi buta dengan harapan bisa mendapatkan hasil lebih banyak jika dibandingkan dengan orang lain.

Dusun tempat Kakek Esau mencari kebutuhan ini bernama Dusun Wainapi. Di sana terdapat tiga buah batu besar yang terletak di tepi jalan.

Batu pertama diberi nama oleh masyarakat sekitar dengan nama Batu Pintu. Nama ini diberikan karena bentuknya yang mirip dengan pintu.

Sementara itu, batu kedua diberi nama Batu Rumah karena mirip seperti namanya. Hanya batu ketiga saja yang belum diberi nama oleh masyarakat sekitar.

Di Dusun Wainapi juga ada sebuah mata air yang digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Nama mata air tersebut adalah Wainapi Bercabang Dua.

Seperti namanya, mata air ini memiliki dua cabang. Satu cabang biasanya digunakan untuk tempat perempuan dan anak-anak mandi serta mencuci pakaian.

Sementara itu satu cabang lainnya digunakan sebagai tempat laki-laki mandi. Setiap hari masyarakat mendatangi mata air tersebut untuk kebutuhan mereka sehari-hari.

Setiap pergi ke mata air Wainapi, masyarakat biasanya akan membawa bekal. Sebab jarak mata air Wainapi dengan Negeri Leinitu cukup jauh.

Di Negeri Leinitu juga ada seorang pemuda yang bernama Yopi. Dirinya memiliki kondisi fisik yang bagus dengan kulit sawo matang.

Sayang Yopi mengalami gangguan jiwa. Kedua orang tuanya sudah melakukan segala upaya agar Yopi bisa sembuh dari penyakit tersebut.

Namun Yopi masih tidak sembuh dari penyakitnya. Karena gangguan jiwa yang dia derita, Yopi sering kali pergi meninggalkan rumahnya dan jarang pulang.

Masyarakat di Negeri Leinitu mengetahui penyakit yang diderita oleh Yopi. Mereka tidak merasa khawatir jika Yopi terlihat berjalan seorang diri di jalanan.

Pada suatu hari, Yopi pergi berjalan ke arah mata air Wainapi. Dia terlihat berjalan ke arah batu besar yang ada di jalan menuju mata air tersebut.

Masyarakat yang ada di mata air Wainapi hanya melihat hal itu saja. Setelah beraktivitas, mereka kembali pulang ke kediaman masing-masing.

Beberapa hari kemudian, kegaduhan terjadi di rumah orang tua Yopi. Ternyata Yopi sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah.

Masyarakat kemudian memberi tahu jika mereka melihat Yopi di batu besar yang ada di jalan menuju mata air Wainapi sebelumnya. Semua masyarakat yang ada di sana dan kedua orang tua Yopi langsung menuju lokasi tersebut.

Pada awalnya, mereka memeriksa sekitaran Batu Pintu. Setelah itu, mereka memeriksa Batu Rumah.

Namun mereka tidak menemukan apa-apa di sana. Ketika mereka menuju batu ketiga, ternyata salah seorang masyarakat melihat baju Yopi di sana.

Setelah mendekat, mereka menemukan Yopi tergeletak bersimbah darah di bawah batu itu. Ternyata Yopi sudah meninggal dunia akibat terjatuh di sana.

Akhirnya semua masyarakat membawa jasad Yopi dan menguburkannya. Karena kejadian ini, batu tempat ditemukannya Yopi kemudian diberi nama Batu Gila.

Konon sejak kejadian itu Batu Gila dianggap sebagai salah satu tempat yang angker di sana. Menurut cerita yang ada banyak masyarakat yang berjumpa dengan arwah Yopi ketika berada di dekat Batu Gila tersebut.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.