ugm ucl dan jbi kembangkan modul ekonomi sirkular untuk sekolah di indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

UGM, UCL, dan JBI Kembangkan Modul Ekonomi Sirkular untuk Sekolah di Indonesia

UGM, UCL, dan JBI Kembangkan Modul Ekonomi Sirkular untuk Sekolah di Indonesia
images info

UGM, UCL, dan JBI Kembangkan Modul Ekonomi Sirkular untuk Sekolah di Indonesia


Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama University College London (UCL) dan Janitra Bhumi Indonesia (JBI) melakukan kolaborasi riset untuk mengembangkan modul pembelajaran ekonomi sirkular bagi sekolah-sekolah di Indonesia.

Penelitian bertajuk Bridging Policy and Practice: Co-Developing a Decolonial Circular Economy Learning Module for Schools in Indonesia ini didukung oleh UCL Global Engagement Fund periode 2025–2026.

Dalam hal tersebut, UGM terlibat sebagai mitra global, sementara JBI berperan sebagai rekanannya melalui jejaring Indonesia Green Principal Award (IGPA) dan Circular School Program Partnership (CSPP).

Libatkan Puluhan Kepala Sekolah Seluruh Indonesia

Suasana di workshop UGM, UCL, dan JBI pada Sabtu (3/1) di Yogyakarta | Foto: JBI
info gambar

Suasana Workshop UGM, UCL, dan JBI pada Sabtu (3/1) di Yogyakarta | Foto: JBI


Adapun lokakarya diselenggarakan pada Sabtu (3/1) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Yogyakarta. Kegiatan ini melibatkan 20 kepala sekolah anggota CSPP beserta timnya untuk menyusun modul pembelajaran ekonomi sirkular yang sesuai dengan sosial dan budaya sekolah di Indonesia.

Pada lokakarya, Pakar Inovasi dan Kebijakan Publik UCL Bipashyee Ghosh menyebut kolaborasi ini memberikan kesan mendalam bagi dirinya.

“Merupakan keistimewaan besar bagi saya untuk memimpin proyek penelitian tentang masa depan sirkular di sekolah-sekolah Indonesia dan berinteraksi langsung dengan para praktisi pendidikan,” kata Bipashye saat diwawancara.

Angkat Ekonomi Sirkular Berkelanjutan

Peserta Workshop UGM, UCL, dan JBI pada Sabtu (3/1) di Yogyakarta | Foto: JBI
info gambar

Peserta Workshop UGM, UCL, dan JBI pada Sabtu (3/1) di Yogyakarta | Foto: JBI


Dalam kesempatan yang sama, Pakar Transisi Keberlanjutan UGM Suci Lestari Yuana mengatakan kolaborasi ini bertujuan mengangkat praktik ekonomi sirkular yang telah berjalan di sekolah Indonesia.

“Dengan begitu, sekolah di Indonesia tidak hanya menjadi pengguna pengetahuan, tetapi juga penghasil pengetahuan," kata Suci. Hal senada dikatakan pula oleh Direktur JBI Junita Widiati Arfani, yang menekankan peran kepala sekolah dalam keberlanjutan.

“Melalui jaringan CSPP, kami sedang membangun ekosistem pemimpin sekolah yang mampu menjadi agen perubahan dalam keberlanjutan di Indonesia, bahkan hingga tingkat ASEAN,” ujarnya.

Ke depan, kolaborasi ini akan dilanjutkan melalui asesmen sekolah, uji coba buku, serta diseminasi hasil riset melalui lokakarya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Pierre Rainer lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Pierre Rainer.

PR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.