Dalam empat tahun terakhir, wajah pariwisata dan aviasi Indonesia mengalami perubahan signifikan. Sejak 13 Januari 2022, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney hadir bukan sekadar entitas holding BUMN biasa, melainkan sebagai “dirigen” yang menyatukan berbagai instrumen aset negara dalam satu simfoni besar, layaknya sebuah orkestra.
Memasuki tahun 2026, perjalanan transformasi ini tengah melaju kencang mengusung semangat berkelanjutan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Perjalanan empat tahun ini bukan hal mudah. Dimulai dari integrasi aset yang kompleks, penguatan tata kelola operasional, hingga peningkatan standar layanan pelanggan, InJourney berhasil membalikkan tantangan menjadi profitabilitas inklusif.
Pendekatan kolaboratif berbasis gotong-royong terbukti menjadi kunci bagi perusahaan yang kini bertengger sebagai perusahaan ke-43 terbesar di Indonesia ini. Namun, lebih dari itu, InJourney sedang membangun apa yang mereka sebut sebagai "pijakan hijau" bagi masa depan Nusantara.
Kontribusi bagi Pertumbuhan Ekonomi
Bagi InJourney, kesuksesan korporasi tidak boleh berdiri sendiri. Ada peran ganda yang harus dijalankan secara seimbang, yakni sebagai pencipta nilai (value creation) dan agen pembangunan (agent of development). InJourney diproyeksikan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan target kontribusi terhadap GDP sebesar 4,1% hingga 6% pada tahun 2029 mendatang.
Transformasi ini sangat terasa pada destinasi-destinasi ikonik yang dikelolanya. Mulai dari penataan Candi Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah yang kini lebih mengedepankan nilai edukasi budaya, hingga pengembangan International Medical Tourism di KEK Sanur serta kawasan Mandalika dan Golo Mori. Bahkan melalui Sarinah, InJourney konsisten membawa narasi produk lokal ke panggung global.
Dalam konferensi pers bertajuk “4 Tahun InJourney: Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia”, Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menekankan bahwa pondasi yang telah dibangun selama empat tahun ini adalah kunci untuk menghadapi perubahan zaman.
“Transformasi bisnis yang dilakukan selama empat tahun terakhir telah menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun InJourney menjadi sebuah BUMN yang transparan dan akuntabel, dan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Ke depan, InJourney akan melanjutkan transformasi ini, dengan tetap adaptif untuk menyesuaikan dengan berbagai perubahan yang sangat cepat,” ungkap Maya.
Bukan Cuma Tren, Tapi Investasi Generasi

(TalkShow “4 tahun InJourney: Bersama Berkarya, Lestarikan indonesia” Bersama Pandawara Group)
Dengan mengusung tema “InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia”, keberlanjutan kini diposisikan sebagai kerangka berpikir dalam setiap inisiatif jangka panjang. Iwan Setyawan, Komisaris Utama InJourney, menjelaskan bahwa pariwisata nasional kini berada dalam satu orkestrasi yang menyatukan atraksi, aksesibilitas, dan amenitas.
Bagi Iwan, mengelola pariwisata adalah sebuah bentuk pengabdian kepada martabat bangsa.
“Pariwisata tidak cukup hanya dikelola, tetapi harus dikaryakan. Karena berkarya adalah tentang menciptakan pengalaman, memberi makna, dan meninggalkan dampak. InJourney harus menjadi contoh bahwa pariwisata yang baik adalah pariwisata yang mengangkat martabat dan kesejahteraan masyarakat setempat,” tutur Iwan. Ia juga menambahkan bahwa keberlanjutan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan fondasi utama pariwisata Indonesia.
Komitmen ini kemudian diterjemahkan secara teknis melalui visi Sustainable Tourism Economy and Creating Impact for Communities. Pilar utama yang disasar adalah lingkungan dan sosial-ekonomi. Herdy Harman, Direktur SDM dan Digital InJourney, mengingatkan bahwa di balik kemegahan infrastruktur, unsur manusia adalah nyawa dari transformasi ini.
“Membangun infrastruktur adalah satu hal, tetapi membangun manusia adalah hal lain yang sama pentingnya. Program yang baik harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia agar transformasi dapat berjalan berkelanjutan,” tegas Herdy.
Dari Panel Surya hingga Ekonomi Sirkular

(Water Storage Tank dalam Teknologi SWRO)
InJourney berkomitmen menurunkan emisi sebesar 4.000 ton CO₂e pada 2026. Ini adalah bagian dari dukungan nyata terhadap target Net Zero Emission Indonesia.
Melalui green initiative program, InJourney telah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sembilan bandara utama yang menghasilkan 10.760 MWh energi terbarukan per tahun. Angka ini setara dengan daya serap karbon dari 272 ribu pohon.
Selain itu, InJourney juga melakukan elektrifikasi operasional dengan mengoperasikan 716 unit kendaraan listrik di berbagai destinasi. Dalam hal manajemen sumber daya, penggunaan teknologi Seawater Reverse Osmosis (SWRO) di Nusa Dua menjadi tonggak sejarah.
Fasilitas ini mampu mengolah air laut menjadi air layak konsumsi, sehingga mengurangi ketergantungan pada air tanah. ITDC pun tercatat sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mendapatkan izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk teknologi ini.

(Penanaman Mangrove InJourney dan ITDC di Mandalika)
Penghijauan juga dilakukan secara masif melalui penanaman 40.000 pohon mangrove di wilayah pesisir guna memperkuat ketahanan ekosistem. Semua ini, menurut Maya Watono, adalah upaya meninggalkan warisan bagi masa depan.
“Pendekatan ini memastikan bahwa transformasi aviasi dan pariwisata tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan serta meninggalkan legacy hijau yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Sebagai wujud keberpihakan terhadap generasi mendatang, perayaan empat tahun InJourney tijuga menjadi panggung kolaborasi lintas generasi dengan menghadirkan Pandawara Group. Kehadiran kelompok pemuda penggerak aksi lingkungan ini membawa perspektif baru mengenai kelestarian lingkungan.
Panen Prestasi dari Ekosistem Aviasi
Transformasi yang dilakukan InJourney Airports diakui global. Pada ajang Airport Service Quality (ASQ) Awards 2024, sebanyak 10 bandara di bawah naungan InJourney berhasil menyabet 27 penghargaan. Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan I Gusti Ngurah Rai tetap menjadi primadona sebagai bandara terbaik di kawasan Asia-Pasifik pada kategori masing-masing.
Di tahun 2026 ini, InJourney berencana memodifikasi lima bandara terbesar di Indonesia, termasuk Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Kualanamu. Maya Watono memberikan bocoran bahwa transformasi ini akan menyentuh aspek fisik dan sumber daya manusia dengan konsep yang kental akan budaya dan alam.
“Begitu ada kabar baik, good case, itu akan direplikasi ke bandara-bandara yang lain. Masih ada 35 lagi. Tahun ini harapannya 5–7 bandara akan kami transformasi,” jelas Maya. Tujuannya jelas untuk menciptakan bandara yang tak hanya jadi tempat transit, tapi juga gerbang budaya yang ramah lingkungan.
Melestarikan Budaya dan Sejarah

(Direktur Utama InJourney Maya Watono)
Di sektor perhotelan, InJourney melalui anak usahanya, InJourney Hospitality (PT Hotel Indonesia Natour), juga menunjukkan tajinya. Merusaka Nusa Dua sukses memborong tiga penghargaan di Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) 2025.
Sementara itu, Bali Beach Hotel, hotel bintang lima pertama di Bali yang penuh sejarah kini bertransformasi menjadi The Heritage Collection yang menjadi ikon MICE di Bali.
Salah satu kejutan besar di tahun 2026 adalah rencana soft launch Grand Hotel De Djokja pada Maret nanti, bertepatan dengan momen Lebaran. Hotel yang berlokasi di jantung Malioboro ini memiliki nilai sejarah tinggi sebagai bekas markas Jenderal Sudirman. InJourney berambisi mengembalikan kemegahan hotel ini ke estetika tahun 1911, serupa dengan upaya pelestarian Hotel Raffles di Singapura.
“Ini adalah usaha kami untuk melestarikan budaya Indonesia. Kami ingin mengembalikan De Djokja ini seperti tahun 1911,” tutur Maya Watono.
Gandeng Seniman, Dorong Perekonomian Lokal

(Buggy Car Ramah Lingkungan di Candi Borobudur)
Komitmen InJourney terhadap kesejahteraan masyarakat tampak di kawasan Candi Borobudur, Magelang. Melalui anak usahanya, InJourney Destination Management (IDM), ekosistem pariwisata di sini tidak hanya diarahkan sebagai destinasi spiritual global, tetapi juga mesin penggerak ekonomi warga.
Tahun lalu, perayaan Waisak membawa berkah bagi ekonomi lokal sekitar Candi Borobudur. Tingkat okupansi penginapan dikabarkan mencatat rekor penuh, mulai dari homestay di Kampung Ngaran II hingga resort mewah seperti Le Temple.
Untuk memastikan geliat ekonomi ini berkelanjutan, InJourney melakukan revitalisasi Kampung Seni Borobudur sebagai pusat relokasi yang representatif bagi hampir 2.000 pedagang dan perajin. Kawasan ini menjadi ruang kreasi yang dilengkapi museum, pendopo, amphitheater, hingga zona hijau yang luas. Kehadiran Kampung Seni ini menjadi panggung bagi identitas budaya sekaligus membuka jalan kesejahteraan bagi pelaku ekonomi kreatif lokal.
Herdy Harman menekankan bahwa pemberdayaan adalah investasi jangka panjang pada aspek sumber daya manusia. Saat ini, tercatat sebanyak 2.348 orang seniman telah mendapatkan manfaat langsung dari berbagai program InJourney.
"Melatih sumber daya manusia is one thing. Merekalah yang berperan penting bagi pembangunan pariwisata di daerahnya," tegas Herdy. Dengan memberdayakan seniman, InJourney memastikan bahwa pariwisata Indonesia tidak kehilangan jiwanya dan tetap relevan bagi masyarakat setempat.
Semangat Mengorkestrasi Masa Depan
Empat tahun adalah waktu yang singkat untuk mengubah lanskap pariwisata sebuah negara kepulauan, namun InJourney membuktikan ini bukan hal mustahil untuk diwujudkan. Dari pengolahan limbah yang mencapai 7.000 m³ hingga kemitraan inklusif dengan UMKM, setiap langkah yang diambil membawa harapan bagi kesejahteraan masyarakat.
Perjalanan InJourney adalah bukti bahwa BUMN mampu bertransformasi menjadi entitas yang profesional, transparan, dan sangat peduli pada kelestarian alam. Melalui sinergi antar lini bisnisnya, mulai dari bandara, hotel, hingga kawasan destinasi, InJourney kini tidak hanya sedang menjual tiket atau kamar hotel, melainkan sedang merajut narasi baru tentang Indonesia yang lebih hijau, lebih berbudaya, dan lebih siap menyambut masa depan dunia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


