Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional Indonesia. Bahasa ini dituturkan sekitar 280 juta penduduk Indonesia.
Bisa dibilang jika bahasa Indonesia unik. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menyebut, bahasa Indonesia merupakan proses perkembangan dari bahasa Melayu yang menjadi Lingua Franca.
Bahasa Indonesia bersifat inklusif dan terbuka. Banyak bahasa daerah dan bahasa asing yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia hingga dimasukkan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dari sini, bisa dinilai jika bahasa Indonesia “hidup” karena inklusivismenya.
Kawan GNFI, Kemendikdasmen menyebut jika KBBI adalah cerminan nyata dari Bhinneka Tunggal Ika. Bagaimana tidak, bahasa Indonesia bisa menerima perbedaan dan keragaman sebagai wujud kekayaan bangsa.
Dari banyaknya kata yang ada di KBBI, banyak di antaranya yang merupakan kata serapan dari bahasa asing. Bahasa asing apa yang menyumbangkan kosakata terbanyak dalam KBBI?
10 Bahasa Asing Penyumbang Kosakata Terbanyak di KBBI
Data dari AkuBahasa yang dirangkum GoodStats per Desember 2025, berikut adalah daftar 10 bahasa asing penyumbang kosakata terbanyak di KBBI:
- Arab (1.037)
- Latin (455)
- Inggris (374)
- Sansekerta (272)
- Jepang (223)
- Prancis (194)
- Belanda (181)
- Tiongkok (174)
- Italia (90)
- Jerman (34)
Mengapa Bahasa Indonesia Banyak Menyerap Bahasa Arab?
Sebuah tulisan yang ditulis Evi Nur Rohmah di laman Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, muculnya bahasa Arab di Indonesia tak luput dari sejarah penyebaran agama Islam di Nusantara dahulu.
Pedagang-pedagang Arab yang bersandar di pelabuhan-pelabuhan Nusantara kala itu bukan hanya untuk berdagang, tapi juga menyebarkan agama Islam. Mereka mengenalkan Islam dan bahasa kepada penduduk lokal.
Hal senada juga dijelaskan oleh Guru Besar Linguistik Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjajaran, Prof. Dr. Tajudin Nur, M. Hum.. Ia menjelaskan jika bahasa Arab diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 hingga ke-8 Masehi, sejalan dengan masuknya Islam ke Nusantara.
Bahasa Arab berkontribusi besar dalam pengayaan kosakata dan pembentukan gramatika atau tata bahasa Indonesia. Banyak sekali kata-kata dalam bahasa Indonesia yang sebenarnya merupakan serapan dari bahasa Arab.
Contoh kata yang diserap dari bahasa Arab adalah “makna”, “maksud”, “yakni”, “rakyat”, dan “akal”. Tajudin menjelaskan, pelafalan fonetis dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia pasti berubah karena fonem yang dimiliki bahasa Arab berbeda dengan di Nusantara. Artinya, orang Indonesia-lah yang menyesuaikan diri.
Bukan hanya itu, banyak kata kosakata Arab yang turut masuk dalam institusi sosial politik hingga membentuk konsep-konsep politik dan ketatanegaraan, seperti kata “hukum”, “hakim”, “mahkamah”, “ayat”, “amar”, “makmur”, “rakyat”, “musyawarah”, dan sebagainya.
Di lain sisi, sebagai negara mayoritas Muslim, bahasa Arab memiliki kedudukan khusus karena merupakan bahasa kitab suci Al-Qur’an dan bahasa peribadatan (salat, doa, dan sebagainya), sehingga nyaris selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari (dalam konteks spiritual).
Tulisan Tajudin dalam jurnal Humaniora, aksara Arab alias huruf hijaiyah ternyata pernah menjadi aksara yang dipakai untuk tulis-menulis di Nusantara sampai menjelang Perang Dunia I. Namun, pemerintah Belanda mengganti aksara Arab itu menjadi aksara Latin dan berupaya untuk melemahkan pengaruh bahasa Arab di Nusantara.
Dari sinilah peran bahasa Arab di Nusantara mulai merosot. Penggunaannya pun hanya dipelajari di pondok pesantren. Bahkan, di lingkungan ponpes pun, bahasa Arab tidak dipelajari secara utuh sebagai sarana berkomunikasi, melainkan sebatas alat untuk mempelajari kitab-kitab keagamaan (kitab kuning).
Kawan GNFI, sebagai tambahan informasi, perubahan kosakata bahasa Arab diklasifikasikan menjadi empat berdasarkan perubahannya, yaitu:
- Lafal dan arti masih sesuai
- Lafal berubah dan arti tetap
- Lafal dan arti berubah dari semula
- Lafalnya benar, tetapi artinya berubah
Bahasa Arab masuk ke Indonesia sebagai bahasa dalam peribadatan umat Islam. Bahasa ini digunakan sebagai media dakwah, kajian keislaman, ilmu pengetahuan, kesenian, sampai sastra. Bahasa Arab juga ikut berperan dalam membentuk budaya Indonesia, termasuk penamaan berbahasa Arab oleh kalangan umat Islam di Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


