exclusive screening pelangi di mars warnai agenda berkawan gnfi di metropole xxi - News | Good News From Indonesia 2026

Exclusive Screening 'Pelangi di Mars' Warnai Agenda Berkawan GNFI di Metropole XXI

Exclusive Screening 'Pelangi di Mars' Warnai Agenda Berkawan GNFI di Metropole XXI
images info

Exclusive Screening 'Pelangi di Mars' Warnai Agenda Berkawan GNFI di Metropole XXI


Kawan GNFI, sebuah momen spesial baru saja berlangsung dalam rangkaian program Berkawan dari Good News From Indonesia. Pada Minggu (29/03/2026) pukul 14.20 WIB, suasana Metropole XXI Jakarta tampak sangat meriah.

Lebih dari 60 orang hadir untuk mengikuti sesi exclusive screening film fiksi ilmiah terbaru berjudul Pelangi di Mars. Film ini membawa nuansa segar bagi industri perfilman tanah air. Kegiatan

Berkawan kali ini menjadi semakin istimewa dengan kehadiran langsung beberapa anggota cast penting, di antaranya adalah Messi Gusti, pemeran utama karakter Pelangi, serta Bimo Kusumo.

Bimo Kusumo sendiri merupakan sosok di balik pengisi suara Robot Batik yang ikonik dalam film tersebut. Kehadiran mereka menutup rangkaian acara dengan penuh antusiasme dari para peserta yang hadir.

Potret sesi games Kawan GNFI dengan cast member Messi Gusti dan Bimo Kusumo
info gambar

Potret sesi games Kawan GNFI dengan cast member Messi Gusti dan Bimo Kusumo


Proses Kreatif Menghidupkan Robot Batik

Keseruan acara berlanjut ketika Bimo Kusumo, pengisi suara Robot Batik, ikut berinteraksi langsung dengan audiens melalui sesi games. Di tengah kegembiraan itu, ia menyempatkan diri menjelaskan proses kreatifnya dalam menghidupkan karakter robot tersebut.

Beliau menekankan bahwa menjadi voice actor bukanlah sekadar membaca naskah. Hal ini bukan tentang menggunakan intonasi datar atau suara yang kaku semata dalam setiap sesinya. Tugas utamanya adalah memberikan "nyawa" ke dalam setiap baris dialog agar pesan memiliki resonansi emosional.

Bimo Kusumo juga berharap kehadiran film ini menjadi angin segar dalam skena perfilman nasional. Ia ingin memperkenalkan genre sci-fi yang selama ini mungkin masih terasa cukup asing di telinga masyarakat luas.

"Semoga film ini bisa membantu mengangkat profesi body actor dan juga voice actor di Indonesia," harapnya penuh optimisme. Ia meyakini bahwa potensi talenta lokal di bidang ini sebenarnya sangatlah besar.

baca juga

Pemanfaatan Teknologi XR yang Revolusioner

Dalam kesempatan yang sama, Bimo Kusumo juga menyoroti penggunaan teknologi mutakhir dalam proses produksi film ini. Pelangi di Mars diketahui memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) yang sangat canggih.

Menariknya, penggunaan teknologi ini menjadikan Pelangi di Mars sebagai karya kedua di dunia yang mengadopsinya secara penuh. Film pertama yang tercatat mempopulerkan teknologi XR ini adalah serial populer The Mandalorian.

Langkah berani ini menjadi bukti nyata bahwa sineas Indonesia mampu bersaing di kancah global secara teknis. Pemanfaatan XR berhasil menghadirkan visual luar angkasa yang memukau dan terasa begitu nyata bagi penonton.

Potret Kawan GNFI yang hadir di exclusive screening Pelangi di Mars (29/03/2026)
info gambar

Potret Kawan GNFI yang hadir di exclusive screening Pelangi di Mars (29/03/2026)


Antusiasme dan Harapan Kawan GNFI

Kawan GNFI yang hadir tampak sangat menikmati setiap adegan dalam film ini. Banyak dari mereka yang merasa terkesan dengan kualitas visual dan cerita yang disajikan, menganggapnya sebagai hiburan yang sangat bermutu.

Beberapa peserta menyampaikan bahwa mereka sangat menikmati momen menonton bersama keluarga. Film ini dinilai mampu menjadi jembatan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak-anak melalui tema fiksi ilmiah.

Harapan besar pun muncul agar industri perfilman nasional semakin banyak memproduksi film berkualitas untuk tontonan keluarga. Hal ini penting agar keluarga di Indonesia memiliki lebih banyak pilihan aktivitas bersama.

Dengan semakin banyaknya tontonan berkualitas, diharapkan keluarga Indonesia dapat kembali sering menghabiskan waktu berkualitas bersama. Film ini membuktikan bahwa edukasi dan hiburan bisa berjalan beriringan dengan sangat apik.

baca juga

Membuka Cakrawala Baru bagi Sineas Fiksi Ilmiah Indonesia

Pelangi di Mars memang diposisikan sebagai warna baru film fiksi ilmiah Indonesia yang sangat inspiratif. Kehadirannya diharapkan mampu memicu lebih banyak karya serupa yang berani mengeksplorasi batas imajinasi.

Kolaborasi apik antara teknologi mutakhir dan talenta lokal menjadi kunci utama keberhasilan karya ini. Sejak awal, sinopsis serta deretan cast yang kuat telah berhasil menarik perhatian para pencinta film tanah air.

Kawan, mari terus kita dukung karya-karya kreatif anak bangsa yang terus berinovasi dan membanggakan. Semangat positif dari film ini diharapkan terus menginspirasi generasi muda untuk berani bermimpi setinggi langit.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Revaldy Latumeten lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Revaldy Latumeten.

RL
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.