ketika ramang mogok bela timnas indonesia saat lawan bulgaria - News | Good News From Indonesia 2026

Ketika Ramang Mogok Bela Timnas Indonesia saat Lawan Bulgaria

Ketika Ramang Mogok Bela Timnas Indonesia saat Lawan Bulgaria
images info

Ketika Ramang Mogok Bela Timnas Indonesia saat Lawan Bulgaria


Timnas Indonesia akan menghadapi Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Senin (30/3/2026). Ini adalah pertemuan keempat bagi kedua tim bertemu pada pertandingan internasional.

Salah satu laga Indonesia versus Bulgaria terjadi pada 1959 silam. Saat itu, Timnas Bulgaria terdiri dari 18 pemain dan empat ofisial tiba di Bandara Kemayoran, Jakarta pada 4 Januari tahun tersebut. Kunjungan mereka ke Indonesia adalah sebagai bentuk persiapan mengikuti Olimpiade di Roma, Italia, yang digelar setahun kemudian.

PSSI pun memanggil sejumlah pemain terbaik termasuk Ramang, bintang sepak bola nasional asal Makassar yang memang tenar pada masa itu. Kawat lalu dikirimkan PSSI pusat ke PSSI daerah Kota Makassar pada 5 Januari. Namun, panggilan itu ditolak Ramang dengan alasan sedang mengalami cedera atau tidak enak badan lebih tepatnya.

Alasan cedera nyatanya sulit diterima oleh PSSI. Pasalnya Ramang bermain untuk PSM saat menjamu Bulgaria di Lapangan Ikada, Jakarta pada 18 Januari. Bahkan di tengah kondisi yang menurut pengakuannya tidak dalam kondisi fit, Ramang mampu mencetak gol ke gawang kiper Bulgaria, Nikola Parchanov.

“Dalam suatu serbuan pada menit ke-20 dalam babak pertama, dengan tidak terduga-duga dari jarak lebih kurang dua meter di luar kotak penalti area, senterpor Makassar Ramang melakukan suatu tendangan geledek yang sangat keras sehingga meskipun kiper Bulgaria Parchanov sudah berusaha menghindarkan suatu kekalahan, namun ia tidak berdaya,” lapor koran Harian Umum dalam artikel “Bulgaria – PSM Makassar 1-1” terbitan 19 Januari 1959.

PSSI lantas tetap meminta keterangan lebih jelas kesediaan Ramang bermain untuk Timnas Indonesia. Akan tetapi, menjelang laga Indonesia vs Bulgaria digelar pada 21 Januari, tidak ada jawaban dari Ramang untuk bisa ikut membela Timnas untuk laga itu.

Sakit Hati

Asian Games 1958 digelar di Tokyo pada pertengahan tahun tersebut. Timnas Sepak Bola Indonesia ikut ambil bagian di mana PSSI memutuskan tidak memanggil dua pemain senior yaitu Ramang dan Aang Witarsa. Alasannya, kedua pemain itu sudah habis masa kejayaannya.

Rupanya Ramang sakit hati dengan keputusan PSSI tersebut. Uneg-unegnya itu pun disampaikannya di hadapan jurnalis media nasional.

“Saya dengan saudara Witarsa pernah sakit hati yang sangat parah oleh tindakan pengurus PSSI waktu hendak pergi ke Tokyo. Dan saudara Witarsa sekarang mau main lagi di PSSI, mungkin karena perasaannya sebagai orang Sunda lebih halus daripada saya orang Sulawesi Selatan,” ucap Ramang, dikutip Good News From Indonesia dari artikel Aneka berjudul “Apa Kata Ramang?” edisi 10 Februari 1959.

Ramang semakin mangkel karena penggantinya tidak dimainkan membela Timnas Indonesia. Kegundahan kian memuncak setelah melihat tidak ada nama pemain penggantinya dalam daftar panggil Timnas Indonesia vs Bulgaria. Ia pun curiga PSSI tidak memakai jasanya sewaktu Asian Games karena ada “sesuatu” yang baginya masih menjadi misteri.

“Jadi terang bahwa saya tidak dibawa bukan karena ada ganti yang lebih baik, tapi semata-mata karena ‘ada sesuatu’. Dan ‘sesuatu’ itu tidaklah saya ketahui sampai sekarang,” ungkapnya.

Dituduh “Makan” Uang Suap

Sepak bola Indonesia pada masa itu masih menganut prinsip amatirisme. Itu artinya pesepak bola tidak mendapat upah menjanjikan seperti pemain yang menganut profesionalisme. Kalaupun ada, upahnya hanya uang saku yang tidak seberapa. Tak ayal, pesepak bola era amatirisme rentan terkena kasus suap.

Ramang dan Witarsa pun dituduh terkena suap setelah kedapatan jalan-jalan memakai mobil. Dari kejadian itu, PSSI menduga Ramang dan Witarsa hendak bertemu bandar suap sehingga tidak memanggil keduanya untuk mengikuti Asian Games. Namun, Ramang bersikeras bahwa tuduhan itu tidak berdasar dan ia menegaskan bersih dari suap.

“Saya pernah pergi berdua dengan saudara Witarsa pakai mobil, dan mungkin itu saya disangka menemui orang yang hendak menyuap. Padahal kami pergi untuk berputar-putar saja. Saya tidak disuap!” tegas Ramang.

Apakah Ramang dendam dengan Timnas Indonesia atas kejadian itu? Nyatanya tidak, tetapi ia tetap menyayangkan sikap pengurus PSSI yang tidak memanggilnya tanpa alasan yang jelas.

“Saya tetap mencintai tim PSSI, dan saya selalu mendoa bahwa PSSI jaya juga waktu tim kita ini bermain di Tokyo. Saya tidak pernah dendam pada tim PSSI-nya sendiri, tapi saya sakit hati oleh tindakan pengurus PSSI waktu hendak pergi ke Tokyo. Tempat saya diganti oleh orang yang setelah itu tidak pernah dipanggil lagi,” ucap Ramang.

Timnas Indonesia sendiri tanpa Ramang bermain baik saat melawan Bulgaria di Lapangan Ikada pada hari H. Dalam laga itu, kiper sekaligus kapten tim Maulwi Saelan bermain sigap dalam laga yang berakhir sama kuat 0-0.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

DW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.