kisah 2 pemuda tanimbar yang terdampar di australia pada 1960 penuh pengalaman menegangkan - News | Good News From Indonesia 2026

Kisah 2 Pemuda Tanimbar yang Terdampar di Australia pada 1960, Penuh Pengalaman Menegangkan

Kisah 2 Pemuda Tanimbar yang Terdampar di Australia pada 1960, Penuh Pengalaman Menegangkan
images info

Kisah 2 Pemuda Tanimbar yang Terdampar di Australia pada 1960, Penuh Pengalaman Menegangkan


Di balik peristiwa yang tidak terduga, bisa saja ada sebuah pengalaman berharga yang terkandung di dalamnya. Hal ini mungkin saja yang dirasakan oleh dua orang pemuda asal Tanimbar, Kelmaskossu dan Cundrat Fordatkossu pada 1960 silam.

Bagaimana tidak, kedua pemuda yang awalnya berniat untuk berlayar dan memancing di laut lepas ternyata mengalami hal yang tidak terduga pada waktu itu. Alih-alih mendapatkan ikan, kedua pemuda ini justru terombang ambing di lautan lepas.

Tidak hanya itu, Kelmaskossu dan Cundrat Fordatkossu juga terdampar di sebuah pulau yang belum pernah mereka datangi sebelumnya. Bukan pulau di Indonesia, kedua pemuda Tanimbar ini justru terdampar hingga ke Australia.

Meskipun demikian, Kelmaskossu dan Cundrat Fordatkossu tetap mendapatkan pengalaman berharga di balik musibah yang mereka alami. Ada banyak kejadian yang mereka alami sepanjang peristiwa yang terjadi pada waktu itu.

Bagaimana kisah Kelmaskossu dan Cundrat Fordatkossu saat terdampar hingga ke Australia pada 1960 silam? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini.

baca juga

Berniat untuk Mencari Ikan

Dikutip dari artikel "Tjerita Dua Orang Pemuda Tanimbar jang Terdampar di Australia" dalam surat kabar Nasional edisi 20 April 1960, kisah ini diketahui bermula saat Kelmaskossu dan Cundrat Fordatkossu berniat untuk mencari ikan di perairan sekitar Kepulauan Tanimbar pada 15 Maret 1960 silam. Kelmaskossu yang sebenarnya bukan nelayan memutuskan untuk ikut Cundrat Fordatkossu mencari ikan di lautan.

Pada awalnya, perjalanan kedua pemuda Tanimbar ini berjalan lancar. Namun sesaat kemudian, tiba-tiba ada sebuah ombak besar yang menghantam perahu mereka.

Ombak ini membuat Kelmaskossu dan Cundrat Fordatkossu terlempar dari perahu. Untungnya mereka berhasil berenang dan kembali naik ke perahu.

Namun begitu berhasil kembali ke perahu, kedua pemuda ini sudah tidak melihat lagi daratan di sekitar mereka. Akhirnya Kelmaskossu dan Cundrat Fordatkossu hanya berlayar sesuai dengan arah angin saja.

Tiga hari berselang setelah berlayar, Kelmaskossu dan Cundrat Fordatkossu menceritakan jika mereka berhasil mendapatkan seekor ikan besar dan menangkap burung belibis. Hasil tangkapan inilah yang mereka gunakan untuk bertahan hidup pada waktu itu.

Terdampar hingga Ke Australia

Secercah harapan muncul keesokan harinya, 19 Maret 1960. Pada waktu itu, Kelmaskossu dan Cundrat Fordatkossu melihat sebuah cahaya terang dari daratan.

Melihat hal ini, kedua pemuda ini kemudian mengarahkan perahu mereka ke arah daratan tersebut. Nahasnya, perahu mereka justru menghantam batu karang dan tenggelam di sana.

Akibatnya kedua pemuda Tanimbar ini berusaha keras untuk berenang mencapai daratan. Setidaknya Kelmaskossu dan Cundrat Fordatkossu mesti berenang sejauh 2 mil untuk mencapai daratan yang mereka lihat.

Begitu sampai di daratan, Kelmaskossu dan Cundrat Fordatkossu bertemu dengan seseorang berkulit hitam kecoklat-coklatan. Pada awalnya, kedua pemuda Tanimbar ini menduga jika orang tersebut merupakan orang Indonesia.

Kelmaskossu dan Cundrat Fordatkossu kemudian berbicara bahasa Indonesia padanya. Namun tidak ada respon yang diberikan oleh orang tersebut.

Kedua pemuda ini kemudian mencoba berbicara dalam bahasa Inggris dan Belanda. Namun respon yang didapatkan masih sama dengan sebelumnya.

Orang tersebut kemudian membawa Kelmaskossu dan Cundrat Fordatkossu ke rumah terdekat yang ada di sana. Setelah bertemu tuan rumah, barulah mereka tahu jika orang yang mengantarkan tersebut ternyata penduduk asli Australia.

baca juga

Pengalaman Menegangkan yang Berharga

Dari pertemuan ini, Kelmaskossu dan Cundrat Fordatkossu baru tahu jika mereka ternyata terdampar jauh hingga ke Australia. Kedua pemuda Tanimbar ini diketahui terdampar di Cape Don, Australia.

Setelah bertemu tuan rumah, Kelmaskossu dan Cundrat Fordatkossu kemudian dibantu untuk menghubungi pihak Kedutaan Indonesia yang ada di Australia. Akhirnya Kelmaskossu dan Cundrat Fordatkossu bisa kembali ke tanah air dengan selamat setelah melalui pengalaman menegangkan yang belum pernah mereka alami sebelumnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.