sambut hari film nasional nobar pelangi di mars digelar kawan gnfi - News | Good News From Indonesia 2026

Sambut Hari Film Nasional, Nobar “Pelangi di Mars” Digelar Kawan GNFI

Sambut Hari Film Nasional, Nobar “Pelangi di Mars” Digelar Kawan GNFI
images info

Sambut Hari Film Nasional, Nobar “Pelangi di Mars” Digelar Kawan GNFI


Sambut Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret, Kawan GNFI mengadakan acara nobar film Pelangi di Mars pada Minggu (29/3/2026) di Metropole XXI. Studio 4 dipenuhi penonton dari berbagai kalangan usia, menciptakan suasana yang hangat dan meriah.

Menariknya, kegiatan nobar kali ini turut dihadiri langsung oleh Messi Gusti yang memerankan Pelangi, serta Bimo Kusumo sebagai pengisi suara karakter robot Batik.

Selama pemutaran film, gelak tawa penonton terdengar memenuhi ruang bioskop, menambah semarak suasana dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap film tersebut.

Sinopsis tentang Film “Pelangi di Mars”

Pelangi di Mars merupakan film bergenre sci-fi garapan sutradara Upie Guava yang dirilis pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen Lebaran. 

Cerita berpusat pada Pelangi, seorang anak yang menjadi manusia pertama yang lahir di Planet Mars. Ia dilahirkan oleh ibunya, Pratiwi, seorang penjelajah luar angkasa yang terjebak di Mars, dan ditemani oleh robot setia bernama Batik.

Pelangi dan ibunya memiliki impian untuk kembali ke Bumi agar dapat berkumpul kembali dengan sang ayah, Banyu.

Untuk mewujudkan hal tersebut, mereka harus menemukan mineral langka bernama Zeolit Omega, yang menjadi kunci perjalanan pulang sekaligus solusi bagi krisis air bersih di Bumi.

baca juga

Namun, perjalanan mereka tidak mudah. Pelangi dan Ibu Pratiwi harus menghadapi ancaman dari Nerotex, sebuah korporasi raksasa yang menguasai sumber air dan berambisi merebut Zeolit Omega demi kepentingannya sendiri.

Dalam perjalanan, Pelangi terpisah dari ibunya dan hanya ditemani Batik. Mereka kemudian bertemu dengan robot-robot lain seperti Sulil, Kimchi, Petya, dan Yohan yang turut membantu dalam pencarian Zeolit Omega.

Konflik memuncak saat Pelangi dan para robot tertangkap oleh Nerotex. Mirna, pemimpin korporasi tersebut, memaksa Pelangi untuk mengungkap lokasi Zeolit Omega dengan iming-iming bisa kembali ke Bumi dan bertemu ayahnya. Namun, informasi yang diberikan Pelangi ternyata keliru, sehingga membuat pihak Nerotex marah.

Pada akhirnya, Pelangi dan teman robotnya berhasil melarikan diri, menemukan lokasi Zeolit Omega yang sebenarnya, dan kembali ke Bumi. Perjalanan tersebut berakhir dengan momen haru ketika Pelangi akhirnya bertemu kembali dengan ayahnya, Banyu.

Film “Pelangi di Mars” Gunakan Teknologi Canggih Pertama di Asia Tenggara

Film Pelangi di Mars menghadirkan terobosan baru dengan memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) dan Unreal Engine. Teknologi ini memungkinkan penggabungan dunia nyata dengan lingkungan virtual secara real-time yang menciptakan visual yang lebih imersif.

Sebelumnya, teknologi serupa telah digunakan dalam produksi film global seperti The Mandalorian dan The Batman. Kehadiran teknologi ini bahkan disebut sebagai yang pertama diterapkan dalam industri perfilman Indonesia hingga Asia Tenggara.

Dalam sesi interaksi, para pemeran turut menyapa penonton. Messi Gusti, yang memerankan Pelangi, bersama Bimo Kusumo sebagai pengisi suara robot Batik, berinteraksi langsung dengan peserta dan berbagi pengalaman mereka selama proses produksi.

baca juga

Bimo Kusumo menyampaikan bahwa Pelangi di Mars diharapkan menjadi warna baru dalam perfilman anak Indonesia, yang masih membutuhkan lebih banyak karya berkualitas untuk memenuhi kebutuhan tontonan anak-anak.

Keseruan acara semakin terasa saat para cast mengajak anak-anak berpartisipasi melalui sesi tanya jawab. Pertanyaan yang diajukan seputar detail film, seperti nama-nama robot hingga karakter favorit. Peserta yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan hadiah menarik.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara para cast dan Kawan GNFI, menjadi momen penutup yang hangat dan berkesan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Andy Apriyono lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Andy Apriyono.

AA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.