Sosok Ali Khamenei mungkin sudah tiada. Pemimpin tertinggi Iran itu wafat akibat serangan brutal Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu.
Namun, meskipun sosoknya sudah tiada, lahir “reinkarnasi” Khamenei lainnya. Adalah Ali Khamenei, bayi laki-laki dari Wirdatul Jannah dan Arsa Putra dari Riau yang diberikan nama persis dengan mendiang pemimpin Iran itu.
Ali Khamenei Kecil dari Riau
Ali Khamenei adalah seorang bayi laki-laki asal Kabupaten Kampar, Riau, yang lahir pada 24 Maret 2026. Pemberian namanya jelas tak sembarangan. Ali Khamenei kecil diharapkan bisa tumbuh menjadi sosok ulama dengan ilmu agama yang baik.
Menariknya, kelahiran bayi itu sampai membuat pihak Kedutaan Iran di Indonesia datang langsung ke kediaman orang tua si bayi. Kedatangan mereka tentu saja untuk memberikan apresiasi karena menggunakan nama mendiang pemimpin mereka.
Disadur dari akun Instagram resmi Kedubes Iran @iraninindonesia, Kedubes Iran mengatakan jika penamaan bayi Khamenei menjadi gambaran indah dan wujud manis persahabatan dua bangsa yang dibangun atas rasa saling menghormati dan solidaritas.
“Pilihan nama ini bukan sekadar nama, tetapi menjadi simbol penghormatan, kecintaan, dan kedekatan emosional antara masyarakat Indonesia dan Iran,” demikian penggalan takarir di unggahan akun Kedubes Iran.
Banyak warganet yang turut mengomentari dan mendoakan agar Ali Khamenei kecil bisa tumbuh sehat dan menjadi anak saleh. Bahkan, beberapa akun berita daring asal Iran pun ikut mengunggah dan memberitakan kelahiran bayi itu.
https://
(Preview akan muncul di halaman artikel)
Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Legendaris
Ayatollah Sayyed Ali Khamenei atau Ali Khamenei adalah pemimpin tertinggi (Supreme Leader) Iran pada tahun 1989-2026. Ia tewas dalam serangan udara Israel pada 28 Februari 2026.
Khamenei menjabat sebagai Supreme Leader selama lebih dari 36 tahun, menjadikannya sebagai kepala negara dengan masa jabatan terlama di kawasan Timur Tengah sejak Revolusi Islam 1979. Saking lamanya Khamenei berkuasa, ia pernah sampai dimasukkan ke dalam daftar orang paling berkuasa di dunia versi Forbes di tahun 2015.
Ia menggantikan Ruhollah Khomeini atau Ayatollah Iman Sayyid Ruhollah Musavi Khomenei yang wafat pada 3 Juni 1989. Khamenei merupakan salah satu orang terdekat Ruhollah Khomeini. Ia juga menduduki berbagai jabatan strategis sebelum ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Lahir di Mashhad, 19 April 1939, Khamenei terlahir dari keluarga yang religius. Ayahnya disebutkan merupakan seorang ulama Syiah yang termasyhur.
Khamenei terkenal cerdas. Saat kecil, ia banyak menghabiskan waktunya utnuk belajar dan mengkaji Al-Qur’an. Bahkan, melansir dari BBC, ia memenuhi syarat sebagai ulama di usianya yang ke-11 tahun.
Sebagai sosok kepercayaan Ruhollah Khomenei, Khamenei merupakan salah seorang yang vokal menentang Dinasti Pahlavi. Saking vokalnya, ia sampai pernah ditangkap sebanyak enam kali oleh otoritas keamanan kala itu. Khamenei juga pernah diasingkan sebelum kembali ke Teheran di tahun 1978.
Setelah Revolusi Islam 1979, ia diangkat sebagai imam salat Jumat di Teheran. Khotbahnya juga disiarkan ke seluruh penjuru negeri. Hal ini semakin membuatnya dipandang sebagai salah satu sosok penting di Iran.
Khamenei sempat menghadapi upaya pembunuhan di tahun 1981. Syukurlah, saat itu upaya tersebut gagal. Meskipun demikian, ia mengalami luka yang cukup serius hingga lengan kanannya cacat permanen.
Semasa menjabat sebagai pemimpin tinggi, ia banyak membangun jaringan loyalis di berbagai lembaga yang dikenal solid, termasuk militer. Ia juga disebut sebagai sosok yang sederhana.
Masa kepemimpinannya dipenuhi dengan berbagai gejolak. Iran juga mengalami tekanan ekonomi akibat sanksi internasional terkait program nuklir. Akibatnya, rakyat marah dan terjadi protes besar.
Puncaknya, di tahun terakhir kepemimpinannya, Iran bersitegang dengan Israel dan Amerika Serikat. Konflik ini terjadi sejak akhir Februari 2026 dan belum membaik saat tulisan ini dibuat.
Eskalasi itu juga yang membuatnya merenggang nyawa. Kematiannya membuat Iran menetapkan hari berkabung selama 40 hari.
Bagi sebagian orang, Khamenei mungkin dikenal sebagai sosok yang otoriter. Namun, bagi para pendukungnya, ia dianggap sebagai Rahbar atau pemimpin. Ia dikenal sebagai pemimpin Timur Tengah yang teguh melawan pengaruh Barat dan sangat vokal untuk mendukung kemerdekaan Palestina serta terang-terangan mengecam Israel.
Di tengah kondisi yang sulit, Khamenei dianggap berhasil menjaga kedaulatan Iran. Bagi para pengikut dan pendukungnya, sosoknya begitu dicintai, sehingga kepergiannya membawa duka yang amat mendalam.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


