pulau rondo penjaga batas barat indonesia dengan kekayaan alam bawah laut - News | Good News From Indonesia 2026

Pulau Rondo, Penjaga Batas Barat Indonesia dengan Kekayaan Alam Bawah Laut

Pulau Rondo, Penjaga Batas Barat Indonesia dengan Kekayaan Alam Bawah Laut
images info

Pulau Rondo, Penjaga Batas Barat Indonesia dengan Kekayaan Alam Bawah Laut


Pulau Rondo merupakan salah satu wilayah terluar Indonesia yang memiliki posisi geografis sangat strategis. Pulau ini berada di ujung barat Nusantara dan menjadi titik paling barat wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Secara administratif, Pulau Rondo masuk dalam wilayah Kota Sabang, Provinsi Aceh.

Meski tidak berpenghuni secara permanen, Pulau Rondo berperan penting dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Berikut penjelasan lengkap mengenai Pulau Rondo!

Lokasi dan Letak Geografis

Pulau Rondo terletak di sebelah utara Pulau Weh, yang merupakan pulau utama Kota Sabang. Jaraknya sekitar 25–30 kilometer dari pusat Sabang dan dapat ditempuh menggunakan kapal laut dengan waktu perjalanan sekitar 1–2 jam, tergantung kondisi cuaca dan ombak.

Pulau ini berada di kawasan perairan Samudra Hindia yang berbatasan dengan jalur pelayaran internasional. Pulau ini juga berbatasan dengan negara India tepatnya Pulau Nikobar, jarak dari pulau tersebut ke Pulau Rondo sejauh 80 kilometer.

Karena posisinya yang berada di titik terluar barat Indonesia, Pulau Rondo sering disebut sebagai salah satu “gerbang terluar” Indonesia dari arah barat.

Secara fisik, Pulau Rondo merupakan pulau kecil berbatu dengan vegetasi yang terbatas. Kondisi alamnya relatif alami karena minim aktivitas manusia, sehingga ekosistemnya masih cukup terjaga. Dapat dilihat dari kejauhan jika area ini masih tertutup tumbuhan dan pepohonan lebat.

baca juga

Status dan Fungsi Strategis

Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) Indonesia ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2017 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2017. Dalam penetapan tersebut, terdapat 111 pulau yang masuk kategori PPKT.

Aturan ini menjadi dasar hukum untuk memperjelas batas wilayah Indonesia sekaligus memperkuat kedaulatan di wilayah perbatasan laut. Karena terletak terluar, terdapat 92 pulau kecil yang berhadapan langsung dengan negara tetangga. 

Dari 92 pulau, Sebanyak 12 pulau kecil di antaranya ditetapkan sebagai pulau-pulau kecil prioritas untuk dikelola, karena pulau-pulau tersebut memiliki nilai strategis dari sisi pertahanan dan kekayaan sumber daya alam. Pulau Rondo di Provinsi Aceh merupakan salah satu dari 12 pulau kecil prioritas tersebut. 

Selain itu, 11 pulau lainnya tersebar di beberapa daerah seperti Pulau Berhala di Sumatra Utara, Pulau Nipa, dan Pulau Sekatung di Kepulauan Riau, Pulau Marampit, Marore, dan Miangas di Sulawesi Utara, serta Pulau Fanu, Fanildo, dan Brass di Papua, dan Pulau Batek serta Pulau Dana di Nusa Tenggara Timur.

Karena statusnya sebagai pulau kecil prioritas untuk dikelola, Pulau Rondo memiliki peran penting dalam menjaga batas wilayah Indonesia di laut. Di pulau ini memang tidak dihuni oleh warga sipil biasa, tetapi terdapat pos pengawasan dan mercusuar yang dijaga aparat keamanan seperti TNI untuk memastikan wilayah perbatasan tetap aman. 

Letaknya yang dekat dengan jalur pelayaran internasional membuat Pulau Rondo menjadi wilayah yang sangat strategis dan perlu pengawasan ketat. Karena berada di titik terluar Indonesia, ada potensi terjadinya aktivitas ilegal dari pihak asing, seperti pencurian ikan.

Hal ini menjadi perhatian penting, apalagi Pulau Rondo masih memiliki kondisi alam yang alami dan kaya akan keanekaragaman hayati yang perlu dilindungi. 

baca juga

Keindahan Alam dan Ekosistem

Walaupun tidak dikenal sebagai destinasi wisata utama, Pulau Rondo memiliki kekayaan ekosistem laut yang cukup menarik. 

Melansir dari Kompas.com, perairan di sekitar pulau ini masih tergolong bersih dan alami, dengan terumbu karang yang menjadi habitat berbagai jenis ikan hias, konsumsi, seperti tuna, tenggiri, dan kerapu. Selain itu, terdapat juga biota laut lain seperti bulu babi dan teripang yang hidup di kawasan tersebut.

Tidak hanya itu, ekosistem bawah laut Pulau Rondo juga ditandai dengan keberadaan terumbu karang yang cukup bervariasi. Jenisnya meliputi karang keras sekitar 32,3 persen, karang mati 19,6 persen, serta karang lunak sekitar 2,6 persen.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.