sejarah on cloud berawal dari selang taman hingga jadi inovator di dunia running shoes - News | Good News From Indonesia 2026

Sejarah On Cloud: Berawal dari Selang Taman hingga Jadi Inovator di Dunia Running Shoes

Sejarah On Cloud: Berawal dari Selang Taman hingga Jadi Inovator di Dunia Running Shoes
images info

Sejarah On Cloud: Berawal dari Selang Taman hingga Jadi Inovator di Dunia Running Shoes


Brand sepatu lari premium asal Swiss, On, kini dikenal luas di dunia sebagai salah satu merek dengan desain paling unik dan teknologi paling inovatif. Ciri khas sol “bolong-bolong” yang dulu sempat dianggap aneh, justru kini menjadi identitas kuat dari brand yang lahir pada tahun 2010 ini.

Dalam sebuah pemaparan, Stefanus Anom menjelaskan bahwa sejak awal On memiliki satu misi besar: “revolutionize the sensation of running.” Filosofi ini menjadi dasar dalam setiap pengembangan produk baru mereka.

“Kita didirikan tahun 2010. Kita ada satu goal yang memang dari awal founder kita itu udah selalu cetuskan di setiap development… yaitu revolutionize the sensation of running,” ujar Stefanus Anom.

Didirikan Tiga Sosok Visioner

On didirikan oleh tiga tokoh penting asal Swiss, yakni Olivier Bernhard, David Allemann, dan Caspar Coppetti. Olivier Bernhard sendiri merupakan mantan atlet endurance atau olahraga ketahanan. Pengalamannya sebagai atlet membuat ia memahami kebutuhan pelari akan sepatu yang nyaman namun tetap responsif.

Menurut Stefanus Anom, Oliver adalah sosok yang paling berperan dalam menciptakan konsep awal sepatu On.

“Innovation adalah salah satu DNA-nya On sendiri. Karena memang si Pak Oliver tadi tergerak untuk menciptakan On atau prototipe produk pertamanya…” jelas Stefanus.

Inspirasi dari Berjalan di Atas Pasir

Ide besar On lahir dari pengalaman sederhana. Olivier Bernhard sangat menyukai sensasi ketika berjalan atau berlari di atas pasir: lembut saat mendarat, tetapi tetap memberi dorongan saat melangkah kembali.

“Dia suka feel soft landing, terus juga compression, terus propelling ketika ingin menapakkan kakinya lagi itu, dia suka,” kata Stefanus.

Oliver lalu berpikir bagaimana sensasi tersebut bisa diwujudkan dalam sebuah sepatu lari. Inspirasi itu datang secara tidak sengaja ketika ia menginjak selang taman di rumahnya. Sensasi pijakan dari selang tersebut dianggap mirip seperti berjalan di pasir.

“Satu hari dia menginjakkan kaki di selang di tamannya Pak Oliver itu, dan memang dia merasa apa yang dirasakan di pasir itu sama dengan apa yang dirasakan ketika menginjakkan selang,” ungkap Stefanus.

Prototipe Pertama: Selang yang Ditempel di Sol

Dari eksperimen sederhana itu, Oliver memotong selang taman dan menempelkannya di bagian outsole sepatu. Dari sinilah lahir prototipe pertama On.

Stefanus Anom mengungkapkan bahwa desain “bolong-bolong” yang kini ikonik ternyata berasal dari bentuk selang yang dimodifikasi.

“Ini adalah foto dari sepatu pertama, ini ada selang yang dipotong oleh Pak Oliver, lalu ditempelkan ke outsole-nya,” jelas Stefanus.

Teknologi tersebut kemudian terus disempurnakan hingga lahir sistem bantalan khas bernama CloudTec.

CloudTec Jadi Identitas On

CloudTec menjadi inovasi utama On. Struktur sol berbentuk seperti awan memungkinkan pijakan terasa empuk saat mendarat dan responsif saat melakukan tolakan.

“Jadi namanya adalah CloudTec. Karena bentuknya bisa dibilang agak mirip awan sedikit, yang sebenarnya inspirasinya itu dari selang,” kata Stefanus.

Dari teknologi inilah berkembang berbagai lini produk populer seperti On Cloud 5 hingga On Cloud 6 yang kini banyak digunakan pelari maupun sneaker enthusiast.

Perjalanan On membuktikan bahwa inovasi besar bisa lahir dari ide sederhana. Dari sebuah selang taman di Swiss, kini On menjelma menjadi brand global yang mengubah cara dunia merasakan sensasi berlari.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.