aiesec in ub dan ipri um bangun koneksi melalui kunjungan eksternal perdana dengan sesi interaktif dan sharing inspiratif - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in UB dan IPRI UM Bangun Koneksi melalui Kunjungan Eksternal Perdana dengan Sesi Interaktif dan Sharing Inspiratif

AIESEC in UB dan IPRI UM Bangun Koneksi melalui Kunjungan Eksternal Perdana dengan Sesi Interaktif dan Sharing Inspiratif
images info

AIESEC in UB dan IPRI UM Bangun Koneksi melalui Kunjungan Eksternal Perdana dengan Sesi Interaktif dan Sharing Inspiratif


AIESEC in Universitas Brawijaya bersama IPRI Universitas Negeri Malang (UM) secara resmi melaksanakan kunjungan eksternal perdana. Kegiatan ini berlangsung di Ruang DPM, Gedung Ormawa UM, mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Momen tersebut menjadi titik awal yang menandai terjadinya keterhubungan antara dua organisasi mahasiswa yang selama ini sama-sama fokus pada pengembangan kompetensi para mahasiswa.

Kunjungan tersebut dirancang sebagai wadah untuk saling mengenal, memperluas pandangan mengenai organisasi, sekaligus membuka kesempatan kolaborasi yang lebih variatif di masa mendatang. Dengan mengumpulkan perwakilan masing-masing pihak dalam satu ruangan, acara ini bukan hanya sekadar kunjungan resmi, melainkan juga sebagai langkah awal membangun koneksi yang lebih bermakna antara dua komunitas mahasiswa yang memiliki semangat serupa.

Acara dibuka oleh MC, Mumtaz Amarantine dari IPRI UM, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan kedua organisasi. Dalam sambutannya, Vira Hawa Aprilila menyampaikan harapannya agar kunjungan ini menjadi awal dari hubungan yang berkelanjutan. “Kami percaya bahwa kolaborasi bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi juga tentang bertumbuh bersama. Melalui pertemuan ini, kami ingin membuka ruang untuk ide-ide baru yang bisa memberikan dampak lebih luas,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua AIESEC in Universitas Brawijaya, Keikoo Revashthie Dzikra, juga menekankan pentingnya membangun koneksi lintas organisasi. “Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk saling memahami nilai dan cara kerja masing-masing organisasi. Harapannya, dari sini akan lahir kolaborasi yang tidak hanya relevan, tetapi juga berdampak nyata bagi mahasiswa,” ungkapnya.

baca juga

Suasana yang awalnya formal perlahan mencair saat sesi perkenalan organisasi dimulai. Kedua pihak saling memaparkan visi, misi, serta program kerja unggulan mereka dalam format yang interaktif dan komunikatif. Sesi ini membuka wawasan baru bagi peserta mengenai bagaimana masing-masing organisasi beroperasi dan memberikan kontribusi di lingkupnya.

Selanjutnya, sesi tanya jawab pun digelar, di mana peserta dari kedua organisasi tampak cukup antusias mengajukan berbagai pertanyaan berkaitan dengan struktur organisasi, program kerja, dan pengalaman berorganisasi yang masing-masing pernah jalani.

Saat sesi ice breaking dimulai, suasana ruangan benar-benar berubah. Permainan yang dipersiapkan dengan cara kreatif serta interaktif itu sukses memecahkan ketegangan dan barikade antar peserta, bahkan memancing tawa yang membumbui suasana. Interaksi yang terbangun melampaui batas-batas delegasi masing-masing organisasi dan menghasilkan beberapa ide segar, sehingga sesi ini menjadi salah satu bagian paling menarik sepanjang acara berlangsung.

Keakraban yang mulai terjalin dari sesi ice breaking kemudian dilanjutkan ke sesi sharing secara berkelompok. Para anggota dari kedua organisasi bercampur dalam kelompok-kelompok kecil guna berbagi pengalaman, wawasan, dan sudut pandang masing-masing terkait kehidupan dalam organisasi, dinamika kepemimpinan, serta rencana masa depan yang sedang dipersiapkan. Sesi tersebut sesungguhnya menjadi inti dari keseluruhan rangkaian acara, sebab di sinilah terjadi pertukaran ilmu dan cerita yang cukup tulus antar komunitas yang baru mulai saling mengenal.

Acara ditutup dengan seremoni penyerahan vandel sebagai simbol resmi terjalinnya hubungan kerjasama antara IPRI UM dan AIESEC in UB. Penutupan pun terasa semakin meriah saat seluruh peserta berkumpul untuk sesi foto bersama, sambil menggaungkan jargon kebanggaan organisasi secara bergantian. Momen ini sungguh menggambarkan kehangatan serta semangat kolaborasi yang menjadi jiwa utama dari kegiatan tersebut.

baca juga

Menariknya, IPRI UM diketahui berada di bawah naungan Tara Radio, yang membuka peluang kolaborasi lebih luas, khususnya dalam bidang media dan publikasi. Hal ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai inisiatif bersama yang tidak hanya berdampak di lingkungan kampus, tetapi juga masyarakat secara lebih luas.

Dengan terlaksananya kunjungan ini, kedua organisasi menunjukkan komitmen untuk terus membangun jejaring, memperkuat kolaborasi, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi mahasiswa dan lingkungan sekitarnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.