legenda meriam gando sorang cerita rakyat dari sumatera utara - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Meriam Gando Sorang, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara

Legenda Meriam Gando Sorang, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara
images info

Legenda Meriam Gando Sorang, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara


Legenda Meriam Gando Sorang adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Sumatera Utara. Legenda ini berkisah tentang sepasang meriam yang dulunya merupakan jelmaan pasangan suami istri yang terjebak dalam pertapaan mereka.

Pada awalnya, pertapaan mereka sebenarnya bisa dibatalkan oleh seorang guru yang memiliki kemampuan mumpuni. Namun sayang, sang guru ternyata terlebih dahulu berpulang sebelum pasangan suami istri ini menyelesaikan pertapaan mereka.

Bagaimana kisah dari legenda Meriam Gando Sorang tersebut?

Legenda Meriam Gando Sorang, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara

Dinukil dari buku Antologi Cerita Rakyat Batu Bara, alkisah tersebutlah pada zaman dahulu ada sepasang suami istri yang hidup bersama. Mereka hidup dengan bahagia berdua bersama di sebuah daerah di pesisir utara Sumatra.

Pada suatu masa, pasangan suami istri berkeinginan untuk melakukan sebuah pertapaan. Namun keduanya tidak memiliki ilmu yang diperlukan untuk bertapa.

Akhirnya pasangan suami istri ini memutuskan untuk mencari guru yang tepat. Dengan demikian, mereka bisa belajar untuk melakukan pertapaan dan mencapai keinginan serta tujuan tersebut.

Pasangan suami istri ini akhirnya melakukan pengembaraan. Pengembaraan ini dilakukan untuk mencari guru yang tepat bagi mereka.

baca juga

Setelah mengembara sekian lama, pasangan suami istri ini akhirnya menemukan guru yang tepat bagi mereka. Pasangan suami istri ini kemudian meminta sang guru untuk mengajarkan ilmu yang dibutuhkan pada mereka.

Untungnya guru yang ditemui oleh pasangan suami istri ini adalah orang yang tepat. Bahkan ilmu yang dimiliki oleh sang guru sangat dalam.

Sang guru menerima permintaan kedua murid yang baru saja tiba di kediamannya tersebut. Akhirnya pasangan suami istri mempelajari berbagai macam ilmu yang dibutuhkan untuk melakukan pertapaan di bawah bimbingan langsung sang guru.

Mereka belajar ilmu yang diberikan dengan tekun dan rajin. Hingga akhirnya kedua pasangan suami istri ini berhasil mendapatkan ilmu yang dibutuhkan untuk melakukan pertapaan.

Pasangan suami istri kemudian meminta izin untuk melakukan pertapaan pada gurunya. Sebelum berangkat, sang guru menitipkan pesan pada kedua muridnya itu.

Sang guru berkata jika hanya dirinya yang bisa membatalkan pertapaan kedua pasangan suami istri tersebut. Setelah mendengar pesan sang guru, berangkatlah pasangan ini memulai pertapaan mereka.

Kedua pasangan suami istri ini melakukan pertapaan dengan serius dan tenang. Berminggu-minggu berlalu tanpa terasa oleh mereka dalam kondisi ini.

Namun sayang ada sebuah kejadian tak terduga beberapa waktu kemudian. Di tengah pertapaan mereka, ternyata sang guru meninggal dunia.

Akibatnya tidak ada seorangpun yang bisa mencabut pertapaan kedua pasangan suami istri tersebut. Alhasil mereka terus melakukan pertapaan tanpa bisa keluar dari kondisi itu.

Banyak masyarakat yang mencoba menyelamatkan pasangan suami istri ini dari pertapaan yang mereka lakukan. Namun tidak ada seorang pun yang berhasil membatalkan pertapaan mereka.

Hal ini terus dilakukan berulang kali. Seiring berjalannya waktu, pasangan suami istri ini masih saja terjebak dalam pertapaan mereka.

baca juga

Lama kelamaan, pasangan suami istri ini menjelma sebagai sepasang meriam. Masyarakat setempat kemudian memberi nama kedua meriam itu dengan sebutan Gando Sorang.

Meriam ini dipercaya akan meledak ketiga ada sebuah kejadian buruk datang. Misalnya, meriam ini akan meledak saat ada bencana, kebakaran, kerusuhan, dan lainnya.

Konon pada waktu itu terjadi pertempuran antara Kerajaan Aceh dan Melayu. Saat pertempuran ini terjadi, kedua Meriam Gando Sorang tersebut kemudian meledak secara bersamaan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.