mengenal kota ternate kota rempah bersejarah di timur indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Kota Ternate, Kota Rempah Bersejarah di Timur Indonesia

Mengenal Kota Ternate, Kota Rempah Bersejarah di Timur Indonesia
images info

Mengenal Kota Ternate, Kota Rempah Bersejarah di Timur Indonesia


Ternate merupakan salah satu kota di Indonesia timur yang dikenal memiliki kekayaan alam yang melimpah. Kota yang berada di Provinsi Maluku Utara ini sejak dahulu dikenal sebagai penghasil rempah-rempah, terutama cengkih dan pala, yang menjadi komoditas penting dalam perdagangan dunia.

Melansir dari laman Indonesia Kaya, Ternate juga dikenal sebagai kota pelabuhan karena memiliki peranan besar dalam jalur perdagangan Nusantara. Selain itu, Ternate juga punya bentang alam yang khas berupa wilayah kepulauan yang berada di sekitar Gunung Gamalama, gunung api aktif yang menjadi ikon kota tersebut.

Kawan GNFI, untuk lebih mengenal lebih jauh mengenai Kota Ternate, yuk, simak penjelasannya sampai akhir!

Sejarah Singkat Kota Ternate

Melansir dari laman Sekretariat Daerah Kota Ternate dan Indonesia Kaya, sejarah Ternate tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Kesultanan Ternate yang berkembang sejak abad ke-13. Kesultanan ini menjadi salah satu kerajaan Islam terbesar dan paling berpengaruh di wilayah timur Indonesia.

Pada masa kejayaannya, Ternate menjadi pusat perdagangan rempah-rempah dunia. Kekayaan cengkih yang dimiliki wilayah ini membuat bangsa-bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, dan Belanda datang untuk menguasai perdagangan rempah-rempah. 

Kehadiran bangsa asing tersebut kemudian meninggalkan berbagai jejak sejarah, seperti benteng dan bangunan peninggalan kesultanan yang masih dapat ditemukan hingga kini.

Nama Ternate sendiri dipercaya berasal dari kata “tarinata” yang menggambarkan masyarakat asli Gapi yang dikenal kuat dan tangguh. Seiring waktu, nama tersebut kemudian berkembang menjadi Ternate yang dikenal hingga sekarang.

Perkembangan pemerintahan modern di Ternate terus berlangsung setelah Indonesia merdeka. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1999, Ternate resmi menjadi kota madya bersamaan dengan pembentukan Provinsi Maluku Utara. 

baca juga

Letak Geografis dan Kondisi Alam

Sekretariat Daerah Kota Ternate menuliskan, secara geografis, Kota Ternate terletak di antara 3° Lintang Utara dan 3° Lintang Selatan serta 124°–129° Bujur Timur.

Kota ini berada di wilayah kepulauan yang dikelilingi laut sehingga memiliki karakteristik geografis maritim.

Kota Ternate berbatasan langsung dengan Laut Maluku di sebelah utara, selatan, dan barat, sementara di sebelah timur berbatasan dengan Selat Halmahera.

Letaknya yang strategis membuat Ternate sejak dahulu berkembang sebagai jalur perdagangan penting di kawasan timur Indonesia.

Selain dikenal sebagai kota kepulauan, Ternate juga berada di kaki Gunung Gamalama yang memengaruhi kondisi tanah dan lingkungan di sekitarnya. Tanah vulkanik yang subur membuat wilayah ini cocok untuk pertanian rempah-rempah, khususnya cengkih dan pala.

Secara administratif, Kota Ternate terbagi menjadi 8 kecamatan dan 77 kelurahan yang merupakan hasil pemekaran wilayah pada tahun 1999. 

baca juga

Kehidupan Sosial dan Budaya Masyarakat Ternate

Dari sisi sosiologis, mayoritas masyarakat Ternate berasal dari suku Ternate. Melansir dari Indonesian Civil, suku Ternate merupakan penduduk asli Pulau Ternate yang juga tersebar di beberapa wilayah lain di Maluku Utara. 

Bahasa yang digunakan masyarakat sehari-hari adalah Bahasa Ternate dan Bahasa Indonesia. Bahasa Ternate termasuk dalam rumpun bahasa Halmahera Utara dan menjadi salah satu identitas budaya masyarakat setempat. Bahasa daerah tersebut masih digunakan dalam kehidupan sosial maupun adat.

Dari P2K STEKOM, mata pencaharian masyarakat Ternate umumnya berasal dari sektor pertanian dan kelautan. Sebagian masyarakat bekerja sebagai nelayan dan petani dengan hasil utama berupa padi, sayur-mayur, ubi kayu, ubi jalar, serta tanaman perkebunan seperti cengkih, pala, dan kelapa. 

Selain itu, masyarakat Ternate juga dikenal memiliki kehidupan yang erat dengan aktivitas pelayaran dan perdagangan karena kondisi wilayahnya yang dikelilingi laut. 

Dalam kehidupan beragama, mayoritas masyarakat Ternate memeluk agama Islam yang berkembang sejak masa Kesultanan Ternate dan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat hingga sekarang. 

Nah, Kawan GNFI, itu dia sekilas tentang Kota Ternate dengan sejarah dan budaya yang masih terjaga hingga sekarang. Jadi, tertarik berkunjung ke Ternate?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.