Sir Edmund Hillary merupakan satu nama yang tidak asing, khususnya di kalangan para pendaki di seluruh dunia. Bagaimana tidak, tokoh dari Selandia Baru ini merupakan satu dari dua orang pertama yang berhasil menaklukkan puncak tertinggi di dunia, yakni Gunung Everest.
Perjalanannya ini berhasil membuat nama Sir Edmund Hillary menjadi salah satu sosok bersejarah dalam dunia pendakian. Tidak hanya itu, keberhasilannya ini juga turut membuat dirinya mendapatkan gelar kehormatan "Sir" dari Ratu Inggris atas capaian tersebut.
Ternyata pada 1972 silam, Sir Edmund Hillary pernah melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Meskipun tidak membahas secara langsung tentang keberhasilannya menaklukkan Gunung Everest, kedatangannya ke Indonesia pada waktu itu masih berkaitan dengan kegiatan yang dia lakukan usai pendakian ke puncak tertinggi di dunia tersebut.
Bagaimana momen saat Sir Edmund Hillary melakukan kunjungan ke Indonesia pada 1972 silam? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini.
Perjalanan Menuju Puncak Gunung Everest
Sir Edmund Percival Hillary merupakan salah satu nama penting dalam dunia pendakian internasional. Tokoh kelahiran Selandia Baru, 20 Juli 1919 silam merupakan orang pertama yang berhasil menaklukkan Gunung Everest, puncak tertinggi di dunia.
Perjalanan Sir Edmund Hillary dalam ekspedisi tersebut tentu tidak terjadi begitu saja. Dikutip dari laman National Geographic Indonesia, Sir Edmund Hillary yang dulunya hanya seorang anak kutu buku ini ternyata sudah mencintai dunia alam sejak lama.
1939 menjadi tahun penting dalam perjalanan pendakian yang dilakukan oleh Sir Edmund Hillary. Pada tahun tersebut, dirinya berhasil menaklukkan Gunung Oliver, salah satu dari 17 puncak yang ada di Pegunungan Southern Alps, Selandia Baru.
14 tahun berselang, Sir Edmund Hillary akhirnya memulai perjalanan terbesar dalam karier pendakiannya. Dirinya tergabung dalam regu ekspedisi dari Inggris yang dipimpin oleh Sir John Hunt untuk menaklukkan Himalaya.
29 Mei 1953 menjadi hari bersejarah bagi Sir Edmund Hillary. Bersama Tenzing Norgay, sherpa (orang asli Nepal yang menjadi pemandu pendaki di Pegunungan Himalaya), dirinya berhasil menaklukkan puncak gunung setinggi 8.850 meter di atas permukaan laut tersebut.
Meskipun tim ekspedisi lain sempat mundur karena cuaca yang tidak memungkinkan, Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay memutuskan untuk meneruskan perjalanan. Usaha mereka ini akhirnya membuahkan hasil sekaligus mengukuhkan diri sebagai manusia pertama yang berhasil menaklukkan puncak tertinggi di dunia tersebut.
Cerita Pendakian Gunung Merapi pada 1954, Perjalanan dengan Misi Penelitian
Kunjungan Sir Edmund Hillary ke Indonesia pada 1972
Selepas menaklukkan puncak Gunung Everest, perjalanan Sir Edmund Hillary masih berlanjut. Beberapa tahun kemudian, dia menyelesaikan 10 puncak lainnya yang ada di Pegunungan Himalaya.
Selain itu, dirinya juga memimpin tim Selandia Baru dalam menjalankan ekspedisi di Kutub Selatan pada 1958. Tidak hanya aktivitas alam, Sir Edmund Hillary juga aktif dalam kegiatan manusia.
Salah satu kegiatan kemanusiaan yang dijalankan oleh Sir Edmund Hillary adalah Himalayan Trust. Organisasi non profit yang dia dirikan ini pula yang turut mengantarkan Sir Edmund Hillary melakukan kunjungan ke Indonesia pada 1972 silam.
Dinukil dari artikel "Penakluk Himalaya ke Indonesia" dalam surat kabar Indonesia Raya edisi 26 Januari 1972, kunjungan Sir Edmund Hillary ke Indonesia ini terjadi pada 26 Januari 1972 silam. Kedatangan penakluk Himalaya ke Indonesia ini sebagai tamu undangan dari Badan Urusan Tenaga Kerdja Sukarela Indonesia (BUTSI) pada waktu itu.
Kunjungan ini dilakukan oleh Sir Edmund Hillary selama 17 hari lamanya, mulai dari 26 Januari hingga 12 Februari 1972. Dalam kunjungan tersebut, Sir Edmund Hillary yang datang bersama keluarganya diketahui mengunjungi beberapa daerah di Indonesia untuk bertemu tenaga kerja sukarela dari BUTSI, mulai dari Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Yogyakarta, hingga Bali.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


