Momen perayaan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta berlangsung meriah setiap tahunnya. Berbagai acara bisa Kawan jumpai pada saat momen perayaan yang jatuh pada 22 Juni setiap tahunnya tersebut.
Ternyata kemeriahan peringatan hari jadi ibu kota Indonesia tersebut sudah berlangsung sejak lama. Salah satu momen perayaan HUT Jakarta yang berlangsung dengan meriah pernah terjadi pada 1971 silam.
Pada waktu itu, masyarakat Jakarta tumpah ruah di jalanan dalam momen menyambut hari jadi Jakarta tersebut. Tidak hanya itu, berbagai kegiatan juga terlihat di beberapa sudut ibu kota.
Ali Sadikin yang waktu itu menjadi Plt. Gubernur Jakarta juga turut hadir memeriahkan peringatan HUT Jakarta. Tokoh yang juga dikenal dengan panggilan Bang Ali ini juga memberikan pidato khusus dalam rangka menyambut momen penting bagi masyarakat Jakarta tersebut.
Lantas bagaimana suasana saat perayaan Hari Ulang Tahun Jakarta yang ke-444 pada 1971 silam? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Perayaan HUT Jakarta ke-444 pada 1971
Dinukil dari artikel "Pesta Semalam Suntuk Gerakkan Anak Muda" yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 22 Juni 1971, perayaan HUT Jakarta ke-444 sudah dimulai sejak dini hari. Tepat pada pukul 00.00 WIB, sirine panjang berbunyi yang menjadi penanda Jakarta sudah memasuki usianya yang ke-444 waktu itu.
Kembang api pun diluncurkan dan menghiasi langit ibu kota. Masyarakat ibu kota turun ke luar rumah dan memeriahkan peringatan hari jadi Kota Jakarta tersebut.
Pada momen ini, perayaan terpusat dilakukan di sepanjang Jalan Thamrin. Bahkan keramaian ini sudah dimulai sejak 21 Juni malam.
Dalam artikel tersebut dijelaskan jika titik keramaian di Jalan Thamrin sudah terlihat sejak pukul 20.00 WIB. Pada anak muda juga turun ke jalanan dengan tampilan yang modis.
Panggung hiburan juga dibuka di sepanjang Jalan Thamrin untuk memeriahkan peringatan HUT Jakarta tersebut. Terdapat 10 panggung hiburan yang dibuka di sepanjang jalan tersebut.
Menariknya, panggung hiburan ini dibagi dalam dua bagian. Satu bagian panggung hiburan difokuskan untuk kesenian tradisional, seperti pertunjukkan lenong, keroncong, dan lainnya.
Sementara itu, sisi lain lebih banyak dipadati oleh anak-anak muda. Sebab panggung hiburan di bagian tersebut menampilkan banyak ben dan grup musik lainnya.
Perayaan Meriah di Beberapa Lokasi Berbeda
Kemeriahan peringatan HUT Jakarta pada 1971 tidak hanya terpusat di Jalan Thamrin saja. Beberapa titik ibu kota lainnya juga menyambut momen ini dengan meriah.
Misalnya, ada juga pusat keramaian yang terlihat di Blok M dan Blok L Kebayoran pada waktu itu. Selain itu, di Jakarta Barat keramaian juga terlihat hingga ke bundaran Grogol.
Walau berlangsung meriah di berbagai titik ibu kota, wartawan Indonesia Raya yang melaporkan situasi dalam artikel tersebut menjelaskan jika kemeriahan perayaan ini dirasa masih kurang jika dibandingkan dengan HUT Jakarta ke-443 setahun sebelumnya.
Pesan Ali Sadikin
Pada momen ini, Ali Sadikin yang waktu itu menjadi Plt. Gubernur DKI Jakarta juga turut memberikan pesan di hadapan masyarakat ibu kota. Pidato ini disampaikan oleh Ali Sadikin di Sarinah tepat pada pukul 20.00 WIB.
Dinukil dari artikel "Ali Sadikin Mengindjak Tahun ke-444 Djakarta: Pendidikan & Infrastruktur Prioritas Pembangunan Ibukota Sekarang" yang terbit dalam surat kabar Indonesia Raya edisi 22 Juni 1971, Ali Sadikin menjelaskan jika pendidikan dan infrastruktur menjadi fokus utama pemerintah dalam usia baru Jakarta waktu itu.
Ali Sadikin juga mengajak masyarakat untuk menyambut periode baru tersebut dengan sikap mental yang lebih baik. Bang Ali mengajak masyarakat lebih dewasa dan bertanggung jawab terhadap kepentingan umum, sehingga bisa menunjang perkembangan Jakarta ke depannya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


