nekat tak pilih jurusan cadangan anisa nurmalitasari berhasil lolos ugm kuliah gratis pula - News | Good News From Indonesia 2026

Nekat Tak Pilih Jurusan Cadangan, Anisa Nurmalitasari Berhasil Lolos UGM, Kuliah Gratis Pula!

Nekat Tak Pilih Jurusan Cadangan, Anisa Nurmalitasari Berhasil Lolos UGM, Kuliah Gratis Pula!
images info

Nurma hanya pilih satu jurusan saat SNBP dan sukses tembus UGM


Nurma punya pilihan yang mantap usai menyelesaikan bangku sekolah. Dia punya pandangan selangkah lebih maju dibandingkan teman-temannya yang masih bingung akan jurusan kuliah.

Anisa Nurmalitasari, 18 tahun, siswi SMAN 1 Yogyakarta, nekat mendaftar SNBP 2026 hanya dengan satu pilihan prodi, yakni Gizi Kesehatan, FK-KMK, Universitas Gadjah Mada. Dikata nekat karena ia tidak menyiapkan prodi cadangan atau pilihan kedua saat mendaftar kuliah.

Kepercayaan diri Nurma untuk bisa diterima jadi bagian dari keluarga UGM, cukup tinggi kala itu. Dan buktinya, ia lolos—sekaligus mendapat beasiswa UKT 100% alias kuliah gratis.

baca juga

Sudah Diskusi dengan Berbagai Pihak: Mantap di Gizi

Sebenarnya, kala itu Nurma juga mengalami kebingungan yang sama saat memilih jurusan kuliah. Bedanya, Nurma sudah punya satu fokus bidang yang akan dicapai.

Ia punya ketertarikan pada dunia kesehatan, tapi dunia kesehatan itu luas. Ada ilmu Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, atau Perawat. Setelah berpikir cukup lama, Nurma akhirnya memilih Gizi. Nurma memilih program studi berdasarkan pada pertanyaan mendasar—apa yang paling fundamental bagi manusia? lalu membangun jawabannya secara logis.

"Saya merenungkan yang dibutuhkan kira-kira kalau tanpa itu manusia tidak bisa hidup, seperti makanan. Terus saya gabungkan antara makanan sama kesehatan, ketemu di Gizi," terangnya, seperti dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (23/6/2026).

Sebenarnya, Nurma tidak serta merta memutuskan sendiri prodi yang menjadi pilihannya. Ia juga berdiskusi dengan orang tua dan guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah sebelum benar-benar menetapkan pilihan.

"Saya sudah mantap gizi, sudah diskusi juga dengan orang tua, guru BK juga. Terus akhirnya saya mantap di jurusan ini, tidak ada alternatif lain," jelasnya.

baca juga

Belajar di Perpustakaan UGM, Tanpa Bimbel Berbayar

Nah, keyakinan Nurma untuk mendaftar satu prodi itu juga didukung dengan upayanya dalam mengejar prestasi. Nurma cukup gigih dan konsisten untuk belajar. Ia kerap belajar di perpustakaan. Di sana pula ia merangkai mimpinya.

"Kalau strateginya saya fokus ke nilai, mempertahankan nilai, sama meningkatkannya supaya dapat peringkat juga di sekolah," katanya.

SMAN 1 Yogyakarta bukan sekolah biasa. Persaingannya ketat, dan banyak siswa mengikuti bimbingan belajar berbayar untuk mempertahankan nilai. Nurma tidak punya akses ke sana.

Ayahnya, Agus Nurhadi adalah seorang wirausahawan kecil yang sehari-hari memproduksi camilan kacang dan menitipkannya ke puluhan angkringan di sekitar rumah. Sebagai penyemangat, sang ayah kerap mengantar Nurma ke perpustakaan untuk belajar hingga malam.

"Tidak jarang Ayah kerap mengantar ke perpustakaan (UGM) untuk belajar hingga malam," ujarnya, dikutip dari laman resmi UGM.

Nurma memulai rutinitas belajar sejak pukul tiga pagi. Setelah sekolah, ia melanjutkan lagi hingga kadang pukul sebelas malam. Perpustakaan jadi ruang konsentrasi karena kondisi lingkungan di sekitar rumahnya kurang kondusif untuk fokus.

baca juga

Kebahagiaan Nurma Kuliah dengan UKT Nol Rupiah

Keluarga Nurma tinggal di kawasan Notoyudan, Yogyakarta. Sang ayah tidak memiliki penghasilan tetap. Usaha kacang angkringan itu kadang cukup, kadang tidak.

Kabar kelulusan SNBP sudah membahagiakan. Tapi kabar beasiswa penuh adalah sesuatu yang bahkan tidak sempat dibayangkan.

Ketika hari pengumuman tiba, Nurma mengaku tidak sanggup melihat layar laptop sendiri.

"Saya merem tidak berani melihat laptopnya. Akhirnya yang membuka keluarga, terus teriak, baru saya ikut senang. Alhamdulillah senang banget dan tidak menyangka juga," kenangnya, Selasa (23/6), dikutip dari laman resmi UGM.

Hal ini juga diungkapkan oleh sang ayah.

"Tidak kepikiran karena saya kan orang wiraswasta, jadi kadang-kadang ada, kadang-kadang enggak. Itu benar-benar bagi saya sangat bersyukur dan luar biasa. Ini benar-benar apresiasi dari UGM untuk memberikan kesempatan pada anak saya melanjutkan studi di UGM," ungkap Agus Nurhadi.

baca juga

Beasiswa yang diterima Nurma adalah program Pendidikan Unggul Bersubsidi 100%. Artinya, Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang biasanya menjadi beban terberat keluarga kurang mampu, ditanggung sepenuhnya oleh universitas.

Tidak puas dengan pancapaiannya diterima di UGM, masa jeda antara pengumuman dan awal perkuliahan tidak Nurma biarkan kosong. Ia mengikuti pelatihan bahasa Inggris, mengambil pekerjaan freelance untuk menambah penghasilan, dan aktif menghadiri seminar serta workshop—termasuk yang bersertifikat dari jaringan kegiatan UGM.

"Saya sudah ikut grup 1001 kegiatan UGM. Jadi aktif ikut seminar, workshop, bahkan yang bersertifikat," jelasnya kepada UGM.

Karakter tidak mau diam memang sudah mendarah daging dalam diri Nurma. Selama di SMA, Nurma menjabat sebagai Ketua Sie Literasi, Wakil Ketua Departemen Masjid Rohis Al-Uswah, dan anggota komunitas All Nation Teenagers. Lingkungan produktif di sekolah mendorongnya untuk tidak berhenti bergerak.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.