Mahasiswa Magang Pembelajaran Berdampak Pendidikan Luar Biasa angkatan 2023 UNS melaksanakan program pemberdayaan masyarakat berbasis sekolah melalui pelatihan merajut strap masker bagi wali murid di SLB C Setyadarma Surakarta.
Program yang bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sekolah melalui Kegiatan Merajut untuk Optimalisasi Waktu Tunggu Orang Tua di SLB C Setyadarma” ini dilaksanakan pada tanggal 11–22 Mei 2026.
Acara ini berangkat dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa banyak wali murid yang punya waktu luang selama menunggu anak sekolah.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mengisi waktu luang, tetapi juga memberikan manfaat berupa keterampilan baru yang dapat dikembangkan.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan di area tunggu wali murid SLB C Setyadarma Surakarta dengan jumlah peserta yang bervariasi setiap harinya, berkisar antara 3—6 orang wali murid. Melalui program ini, peserta diajak untuk mempelajari keterampilan dasar merajut dengan produk akhir berupa strap masker.
Selain mudah dipelajari, keterampilan merajut dipilih karena dapat dilakukan secara fleksibel serta memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Gambar 1. Salah seorang wali murid tampak fokus membuat pola rajutan dalam program pemberdayaan masyarakat berbasis sekolah melalui pelatihan merajut strap masker.
Pelatihan dilakukan secara bertahap dimulai dengan pengenalan alat dan bahan merajut, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran pola dasar slip knot sebagai teknik awal dalam merajut.
Setelah peserta memahami teknik dasar, kegiatan berlanjut pada pembuatan badan strap menggunakan teknik single crochet (SC) dan double crochet (DC).
Tahap akhir pelatihan meliputi proses finishing, quality control, serta monitoring dan evaluasi terhadap hasil karya peserta.
Selama kegiatan berlangsung, para wali murid menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka terlibat aktif dalam setiap sesi pelatihan dan saling membantu ketika mengalami kesulitan dalam proses merajut.
Suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif sehingga menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta.
Dampak positif kegiatan juga dirasakan secara personal oleh peserta yang merupakan orang tua dari siswa B.
Salah satu saat diwawancarai menyampaikan bahwa proses merajut menjadi media latihan motorik yang bermanfaat baginya. Keterbatasan fungsi tangan yang masih dirasakan akibat riwayat cedera membuat proses merajut menjadi tantangan tersendiri.
Namun demikian, beliau mengaku termotivasi untuk terus berlatih karena aktivitas tersebut membantu melatih gerakan tangan dan koordinasi motorik halus yang selama ini dianjurkan oleh tenaga medis.
Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan selama program berlangsung, peserta mengaku merasa senang dan nyaman mengikuti kegiatan tersebut. Pelatihan merajut memberikan pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah mereka coba.
Selain membantu mengoptimalkan waktu tunggu di sekolah, kegiatan ini juga dinilai mampu melatih koordinasi tangan dan mata, meningkatkan konsentrasi, serta menjadi sarana aktivitas positif yang produktif.
Lebih lanjut, keterampilan merajut yang diperoleh peserta diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bekal keterampilan hidup. Produk kerajinan yang dihasilkan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha sederhana yang dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi keluarga.

Gambar 2. Hasil karya strap masker rajut yang dibuat peserta sebagai bentuk optimalisasi waktu tunggu wali murid di sekolah yang dapat dikembangkangkan menjadi nilai ekonomi.
Program pemberdayaan masyarakat berbasis sekolah ini menunjukkan bahwa lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar bagi peserta didik, tetapi juga dapat menjadi ruang pemberdayaan bagi keluarga. Melalui kegiatan merajut, wali murid memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan baru sekaligus memanfaatkan waktu tunggu secara lebih optimal dan bermakna.
Penulis: Tim Mahasiswa Magang PLB 23 Universitas Sebelas Maret
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


