ovoc international ipb university ajak mahasiswa asing praktik pasca panen berbasis teknologi - News | Good News From Indonesia 2026

OVOC International IPB University Ajak Mahasiswa Asing Praktik Pasca Panen Berbasis Teknologi

OVOC International IPB University Ajak Mahasiswa Asing Praktik Pasca Panen Berbasis Teknologi
images info

Kegiatan Lapang OVOC International IPB di Bandung Barat | Sumber: LPAAI IPB University


Program One Village One Ceo (OVOC) IPB kini menghadirkan program internasional untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa asing terkait pengelolaan pasca panen produk agrikultur berbasis teknologi di Bandung Barat, pada Kamis (25/6).

Pembelajaran praktis ini diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari Malaysia, Sudan, Gambia, hingga Turki untuk memberikan pemahaman terkait pemberdayaan masyarakat berbasis komoditas unggulan desa.

Konsep dan Implementasi OVOC

Sebelum mengikuti praktik lapangan, seluruh peserta memperoleh pembekalan mengenai konsep dasar One Village One CEO (OVOC). Dengan demikian, kegiatan ini dapat mendorong setiap desa untuk mengembangkan komoditas unggulannya melalui kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, perguruan tinggi, dan pemerintah sehingga tercipta sistem usaha yang berkelanjutan.

Dasar fundamental ini diberikan agar peserta memahami bahwa pengembangan desa tak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga memperluas akses pasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan komoditas unggulan.

Praktek Pengelolaan Pascapanen Berbasis Teknologi di Bandung Barat

Kegiatan praktek pengelolaan pascapanen berbasis teknologi OVOC International IPB University | Sumber: Lembaga Pengembangan Masyarakat Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB
info gambar

Kegiatan praktek pengelolaan pascapanen berbasis teknologi OVOC International IPB University | Sumber: Lembaga Pengembangan Masyarakat Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB


Setelah memahami konsep OVOC, peserta diajak mengunjungi lahan milik Muhammad Taufik atau yang akrab disapa Kang Opik, Local Champion OVOC Bandung Barat. Mereka berkesempatan untuk ikut terjun panen edamame sekaligus melihat penerapan teknologi AWS.

Teknologi Automatic Weather Station (AWS) merupakan teknologi berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi ini digunakan untuk memantau kondisi lingkungan lahan secara real-time untuk mendukung kegiatan budidaya.

Kegiatan kemudian berlanjut ke gudang pascapanen, di sini peserta OVOC Internasional berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung proses penanganan hasil panen berbagai komoditas, seperti tomat, edamame, cabai, paprika, dan kol.

Tidak hanya mengamati, peserta juga berkesempatan mempraktikkan proses pengemasan (packaging) hasil panen sesuai standar yang diterapkan sebelum produk dipasarkan.

baca juga

Dalam sesi tersebut, Kang Opik juga memperkenalkan teknologi ozonisasi yang digunakan untuk menjaga kualitas hasil panen.

“Di gudang kami, pakai alat ozonisasi, nah ini alat semacam gas atau air mengandung ozon (O₃) untuk membersihkan dan mengawetkan hasil panen kami agar kualitas dan kebersihan produk tetap terjaga sebelum dikemas,” ujar Taufik saat memperkenalkan teknologi pasca panen di gudang miliknya.

Penerapan teknologi tersebut menunjukkan bahwa inovasi sederhana di tingkat petani mampu memberikan nilai tambah terhadap kualitas produk sekaligus meningkatkan daya saing komoditas di pasar.

Dari Desa untuk Dunia

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta mengunjungi greenhouse budidaya mawar. Di lokasi ini, peserta mempelajari teknik budidaya tanaman hias sekaligus merasakan pengalaman memanen bunga mawar secara langsung. Rangkaian kegiatan ini melengkapi pengalaman belajar peserta mengenai pengelolaan komoditas pertanian dari proses budidaya hingga pascapanen.

Bagi para mahasiswa internasional, pengalaman tersebut memberikan perspektif baru mengenai pembangunan pertanian yang tidak hanya berfokus pada aspek budidaya, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat.

"Dari aktivitas yang kami lakukan, saya belajar banyak mengenai budaya dan pengembangan masyarakat, terutama di bidang agroforestry dan agriculture yang belum pernah saya pelajari di Malaysia," ujar Mirzan, mahasiswa Universiti Putra Malaysia.

baca juga

Melalui program OVOC International, IPB University mencoba memberikan wawasan mengenai pengelolaan komoditas pertanian dari hulu hingga hilir. Peserta internasional juga dapat melihat secara langsung bagaimana inovasi teknologi, praktik agroforestri, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan untuk memperkuat ekonomi desa.

Program ini menjadi contoh bahwa desa bukan hanya menjadi lokasi belajar, tetapi juga ruang kolaborasi internasional yang mempertemukan pengetahuan, teknologi, dan pengalaman lintas negara untuk mendukung pembangunan pertanian dan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

WS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.